Don’t Trust Anyone, Don’t Trust Anything

Hari ini sahabat yang duduk disebelah saya merasa email accountnya dibajak. Indikasinya si pembajak adalah sahabat saya yang lain. Sementara ini email yang di bajak hanya digunakan untuk hal-hal iseng saja. Tapi bukankah banyak tindakan ilegal di internet di lakukan dengan alasan iseng?.

Masalahnya kadang kita dengan mudah berbagi hal-hal privat yang berhubungan dengan komputer seperti password. Bahkan banyak yang menganggap ini adalah hal yang wajar dan biasa dilakukan. Padahal ini adalah point yang paling banyak disalah gunakan meski hanya sekedar iseng.

Beginalah memang tipikal kita yang dibesarkan dengan mudah mempercayai orang lain dan mudah pula berbagi. Suatu kelebihan memang, tapi di internet ini bisa dimanfaatkan orang lain. Orang indonesia itu terlalu baik. Bila tetangganya bertanya mengenai komputernya yang bermasalah, dengan senang hati langsung di jawab: “sini gw installin ulang aja”.

Kemudian bila yang lain mengeluh, “Eh komputer gw minta aktivasi terus nih. tau gak cara ngilanginnya?”

“wah kebetulan nih, barusan gw dapet trik dari temen kantor, tinggal ganti key-nya aja beres. kebetulan key-nya masih ada di email, belum gw hapus. ntar gw forward dech”.

dilain waktu tetangga tadi ketemu temennya yang punya masalah yang sama dan ia dengan senang hati memberikan key tadi. Begitu seterus dan tidak bisa kita bayangkan kemana key tadi melanglang buana.

Jika dilain waktu ada orang yang menolak membagi kode aktivasi, ia akan tersingkir atau setidaknya mendapat image gak mau bantuin dll.

intinya di internet don’t trust anyone, don’t trust anything. banyak tindakan ilegal dilakukan hanya sekedar iseng saja apa lagi oleh teman sendiri. Perlu diingatkan kembali bahwa ancaman terhadap sebuah sistem justru lebih banyak dari internal dari pada yang external. baik itu disengaja, atau cuma sekedar iseng. bahkan bisa jadi kelemahan yang ada di internal di manfaatin oleh pihak external.

My Litle review For Joget Workflow Engine

Workflow engine adalah tool untuk membantu developer dalam mendevelop aplikasi berbasis workflow. Dengan bantuan tool ini, pengembangan aplikasi bisa berjalan lebih cepat dan mudah.

Saat ini sudah tersedia berbagai macam workflow engine. Mulai dari yang proprietary hingga yang open source. untuk yang proprietary bisa menggunakan Windows Workflow Engine yang di sediakan bersamaan dengan dotnet 3.5. Sedangkan yang berbasis open source bisa menggunakan Java Workflow Tooling (JWT) atau Joget Workflow Engine. Selain yang disebut di atas masih banyak workflow engine yang bisa ditemukan dengan bantuan google.

Joget Workflow engine berjalan di atas Apache Tomcat. itu artinya applikasi mesti di develop dengan framwork java EE. Bagi sebagian orang, mendengar kata Java cukup menggetarkan karena image yang beredar mengatakan bahasa ini cukup sulit bagi pemula. Namun tidak demikian bila kita mencoba menggunakan Joget Workflow Engine ini. Sejak awal instalasi, Joget menyediakan berbagai kebutuhan dalam satu paket instalasi, termasuk mysql. Jadi selai install, semua yang kita butuhkann untuk menjalankan Joget ini juga ikut terinstall secara otomatis tanpa kita ketahui. Model instalasi seperti ini biasanya banyak diaplikasikan di Windows base. Saya melihat model instalsi seperti ini adalah sebuah kelebihan sekaligus kekurangan. Bila pengguna tidak ingin melakukan instalasi secara express, bisa juga dengan memilih advance instalation yang memungkinkan memilih paket-paket yang akan diinstall dan yang tidak.

Setelah tahap proses instalasi selesai, tahap development juga banyak memberikan kemudahan. Diantaranya ketersediaan graphical workflow designer, dan graphical form builder. Keduanya berguna untuk membangun workflow dan form hanya dengan drag and drop saja. Keberadaan graphical tool ini sangat membantu dalam developing, apalagi dalam project sekala kecil menengah yang butuh delivery dengan cepat. Untuk skala interprise, tentu saja tidak bisa diselesaikan hanya dengan drag and drop saja. Diperlukan skill dengan kategori expert untuk kebutuhan ini.

Addons Firefox Yang Saya Gunakan

Semua orang sudah tahu kalau setiap pengguna Firefox bisa menambah utilitas browser dengan memasang addons yang bisa kita download secara gratis di sini. Saya hanya inigin berbagi tentang addons-addons Firefox sang saya install di komputer saya.

  1. Adblock Plus
    Addons ini berguna untuk mem-block beberapa kontent yang gak kita butuhin. Jadinya browsing bisa sedikit lebih cepat karena tidak semua kontent di load.
  2. Firebug
    Addons ini saya perlukan untuk develop web aplikasi. Kebanyakan saya pakai untuk men-debug Javascript dan utak-atik CSS. berbicara tentang debug Javascript, addons ini akan mempercepat kerja kita (dalam cooding javascript) berkali-kali lipat.
  3. FireFtp
    Ini adalah sebuah FTP Client. Dengan adanya addons ini, saya tidak membutuhkan standlone FTP client lagi. cukup upload file melalui firefox.
  4. Xmarks
    Addons ini saya gunakan sebagai backup bookmark saya. Kini dimana saja berada, saya bisa mengintip bookmarks yang saya simpan secara online.

Simple Export Import for Oracle Database Using Command Line

Export dan import database adalah hal penting yang seorang DBA. Biasanya hal ini dilakukan untuk melakukan backup database, memindahkan database server lain atau kebutuhan lain seperti distribusi database.

Untuk database oracle, banyak orang melakukan export dan import menggunakan tool yang berat seperti Toad for Oracle atau SQL Developer. Tidak salah sih tapi ini butuh waktu yang sedikit lebih lama. selain itu bila tidak terbiasa menggunakan command line akan kesulitan bila kelak ingin mebuat script daily backup sederhana dengan Bash + Crontab.

Berikut adalah perintah dasar untuk Export:

exp file=c:\metacc.dmp owner=metacc direct=y statistics=none

sedangkan untuk import:

imp file=metacc.dmp full=y

Model command ini disebut dengan original export/import dan digunakan oleh banyak para DBA karena sejak awal oracle telah menyediakan perintah ini untuk keperluan export/import.

Kemudian, sejak keluarnya Oracle 10g, Oracle mulai mengenalakan Data Pump export/import. Data Pump ini diharapkan menjadi pengganti Original export/import. Meski demikian original export import tetap disertakan. Banyak kelebihan dari Data Pump Export/import ini dari pada pendahulunya.

Lebih banyak tentang Data pump export/import bisa di baca di sini. Sedangkan perbandingan antara original dengan data pump bisa di lihat di sini.

Sebagai gambaran, berikut kutipan dari documentation oracle 10g:

The new Data Pump Export and Import utilities (invoked with the expdp and impdp commands, respectively) have a similar look and feel to the original Export (exp) and Import (imp) utilities, but they are completely separate. Dump files generated by the new Data Pump Export utility are not compatible with dump files generated by the original Export utility. Therefore, files generated by the original Export (exp) utility cannot be imported with the Data Pump Import (impdp) utility.

Contoh perintah singkat dari dari Data Pump export/import bisa di lihat di bawah ini:

expdp username/pasword dumpfile=namafile.dmp full=y schemas=nama_schema
impdp username/pasword dumpfile=namafile.dmp full=y schemas=nama_schema

biasanya secara default Hasil dari Data Pump export import ini berada di folder:

PathToOracleServer/MainDirectory/app/oracle/admin/XE/dpdump/

Bekerja Efektif

Klo pekerjaan lagi sedikit, bekerjanya agak santai karena punya banyak waktu. pagi facebookan, siang nge-blog, dan ketika hari menjelang senja, pekerajaan gak kelar.

Ketika pekerjaan menumpuk, bekerja dengan terburu-buru plus full multitasking lagi. Dan ketika waktu menjelang malam, banyak hasil kerjaan yang keliru.

Ah…, pekerjaan g pernah kelar..! !@%*().
Ah…, Mestinya g begini klo bekerja #$%^&!

Rendahnya Penghargaan Masyarakat Akan HAKI Memasung Kreatifitas

Teknopreneur

Penghargaan masyarakat akan sebuah karya akan memicu munculnya karya-karya lain. Karena memang sifat dasar manusia butuh untuk dihargai. Tentu saja penghargaan yang diharapkan dari masyarakan bukan hanya sekedar standing applause, tapi juga penghargaan secara materi, eksistensi seorang pencipta/penemu, dan penghargaan-penghargaan lainnya. Sebaliknya, bila suatu karya tidak mendapatkan penghargaan yang layak, maka jangan pernah berharap karya-karya kreatif bermunculan.

Penghargaan terhadap karya cipta bagaikan pupuk bagi tanaman kreativitas. Ia akan membuat benih-benih kretivitas yang ditanam tumbuh subur dan menghasilkan banyak buah. Namun bila tanaman-tanaman tadi dibiarkan tidak terurus maka akan layu dan mati, dan tidak kan pernah tumbuh kembali.

Bagaimana efek bagi para creator dari keengganan masyarakat dalam menghargai hak cipta orang lain pernah saya gambarkan di sini. Seorang penulis atau pengembang CD interaktif dengan niat yang baik dan semangat membara akan beralih profesi bila tidak mendapatkan penghargaan (baca: penghasilan) yang layak atas karya-karyanya karena ia harus memenuhi kebutuhan diri dan keluarga.

Untuk menjamin penghargaan terhadap suatu karya cipta, dan agar kreativitas terus tumbuh dan berkembang, maka pemerintah membuat undang-undang yang kita kenal dengan undang-undang HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual). Keberadaan undang-undang HAKI untuk memberikan perlindungan hukum yang diberikan oleh Negara kepada seseorang dan atau sekelompok orang ataupun badan yang ide dan gagasannya telah dituangkan ke dalam bentuk karya cipta apabila suatu karya (inovasi) tersebut didaftarkan sesuai dengan persyaratan yang ada.

Beberapa karya cipta yang dapat didaftarkan diantaranya adalah karya kesusastraan, artistik, hasil penelitian atau penemuan ilmiah, seni pertunjukan, kaset audio video, desain industri, merek dagang, nama usaha, dll.

Namun dengan adanya undang-undang HAKI bukan berarti masalah terselesaikan. Masalah utamanya justru terletak pada kesadaran masyarakat dalam menghargai karya orang lain yang begitu rendah. Rendahnya penghargaan masyarakat ini akan memasung industri-industri kreatif. Bila rendahnya penghargaan masyarakat ini terus berlanjut, tidak mustahil bila harapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bahwa ekonomi kreatif akan tumbuh dan menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi hanyalah mimpi belaka.

Rendahnya penghargaan masyarakat ini sebenarnya berakar dari ketidaktahuan mereka bahwa yang mereka lakukan adalah sebuah tindakan yang salah. Tindakan keliru ini terus dipelihara oleh Lingkungan dengan mudahnya mendapatkan barang ilegal/bajakan. Tanyakan saja pada teman kuliah atau teman kantor dimana ia bisa mendapatkan film Transformer. Saya pastikan jawabannya adalah pedagang CD kaki lima atau penjual CD film yang banyak bertebaran di Mall yang megah. Coba pula tanyakan kebeberapa teman di fakultas IT atau tehnik dimana ia bisa mendapatkan software Auto CAD yang original. Mungkin ia butuh mikir agak lama untuk menjawab pertanyaan tersebut atau malah menjawab, “Buat apa? Cari aja di rental software”.

Pernah suatu saat saya bertanya terhadap seorang teman mengapa dirinya membeli software bajakan. Ia malah kaget dan balik bertanya, “bagaimana mungkin ini palsu? Harganya 50 ribu”. Mungkin ia mengira kisaran harga 50 ribu merupakan harga yang pas untuk sebuah software asli/legal seperti halnya CD original sebuah film lokal.

Faktor edukasi ini sangat penting dan mendesak karena saat ini masyarakat mengira bahwa yang mereka lakukan bukanlah suatu kesalahan karena sudah lumrah atau biasa. Bahkan ada juga yang sudah “berfatwa” bahwa membajak untuk pendidikan tidak masalah, atau “Mcrosoft kan udah kaya”. Ironis memang. Tapi tentu kita tidak percaya kalau kesalahan yang yang sudah menjadi kebiasaan otomatis berubah menjadi kebenaran.

Polemik Jadwal Shalat Subuh

Beberapa waktu lalu banyak beredar di milis dan internet tentang jadwal shalat subuh yang terlalu maju dari yang di syari’atkan oleh Allah dan Rasulullah. Pagi tadi saya juga mendapatkan SMS tetang hal serupa. Sementara ini saya masih belum yakin 100% akan kebenaran informasi ini. Saya takutnya ini hanyalah semacam hoax yang menghiasi belantara internet.

Siang ini kebetulan browsing ke www.sabily.org dan mendapatkan “Muezzin bot” sebagai posting teratas. “Muezzin bot” ini semacam robot yang otomatis mengirimkan pesan waktu shalat melalui instant messenger yang berbasis protocol Extensible Messaging and Presence Protocol (XMPP). Salah satu pengguna protokol ini adalah Google dengan Google Talk-nya. Jadi untuk mendapatkan pesan pengingat solat ini anda harus memiliki account yang berbasis protocol XMPP.

Setelah membuat account dan mengikuti tutorial segala macamnya di sini, akhirnya saya bisa mengecek jadwal shalat untuk daerah jakarta dimana saya tinggal. Settingannya pun cukup mudah dengan hanya menambahkan id muezzin@jabber.org dan menentukan lokasi keberadaan kita.

Berikut adalah jadwal yang muncul menurut perhitungan Umm Al-Qura, Makkah:

(05:15:27 PM) muezzin@jabber.org: Fajr: 04:44
(05:15:27 PM) muezzin@jabber.org: Sunrise: 05:58
(05:15:28 PM) muezzin@jabber.org: Dhuhr: 11:58
(05:15:28 PM) muezzin@jabber.org: Asr: 15:17
(05:15:28 PM) muezzin@jabber.org: Sunset: 17:54
(05:15:28 PM) muezzin@jabber.org: Maghrib: 17:54
(05:15:28 PM) muezzin@jabber.org: Isha: 19:24

Selain perhitungan menggunakan standard Umm Al-Qura, ada juga standar yang lain. Diantaranya adalah Muslim World Legue, Islamic Society of North America (ISNA), Institute of Geophysics University of Tehran, dll. Namun demikian, saya tidak tahu bagaimana cara standar-standar tersebut menghitung jadwal shalat sebagaimana saya juga tidak tahu bagaimana Depag menghitung :( .

Berkenaan dengan polemik jadwal shalat shubuh, kira-kira jadwal yang dihasilkan oleh “Muezzin bot” ini sama dengan jadawal terbitan Departemen Agama atau malah berbeda ya? saya ingin membandingkan keduanya atau beberapa jadwal ini tapi mesti balik bekerja. :(

Update :

Polemik waktu shalat subuh yang dimuat di majalah Qiblati Silahkan Dowload di sini.

Ada tulisan pembanding juga di sini

Sedikit Cerita Tentang Hati

Beberapa waktu lalu saya menemukan sebuah foto seorang sahabat di internet. Foto yang bagus sebenarnya, namun ketika saya konfirmasi kepada pemiliknya, ia merasa tidak pernah meng-upload-nya ke internet. Mungkin lupa ato tanpa sengaja foto-foto tersebut ter-upload ke account friendster.com dia.

Beberapa hari kemudian saat saya kembali mengunjungi account sahabat saya tadi, saya tidak menemukan kembali foto-foto yang dulu terpasang. hem.., mungkin sahabat saya sengaja menghapus foto-fotonya karena merasa tidak menguploadnya.

Pagi ini saya berselancar menuju facebook.com, dan tanpa sengaja pula menemukan foto-foto yang sebelumnya dihapus dari account freindster. tentu saja hal ini wajar-wajar saja mengingat begitu gemilangnya facebook di dunia maya. Saya pikir tidak sedikit orang yang beralih ke facebook setelah sekian lama menjadi pelanggan setia friendster.

Bukan migrasi dari frienster ke facebook yang saya soroti. Hanya saja sequence dari peristiwa meng-upload, menghapus, upload lagi, ntah kelak dihapus lagi mungkin, merupakan trigger bagi saya untuk memikirkan hati manusia yang begitu mudah berubah. mengingatkan saya akan sebuah do’a:

“Ya.. muqallibal quluub, tsabbit quluubana ‘ala to’atika wa ‘ala diinika”.

Memang esensi dari do’a tersebut bukanlah perubahan berbagai keputusan standar seperti mengganti hiasan rumah, merubah thema wordpress, menghapus dan memasang foto atau hal lain yang semisal. Esensi do’a tersebut berbicara tentang keimanan, dan keteguhan kita akan dien ini. saya berdo’a agar keimanan, ketakwaan dan keteguhan dalam menjalankan dien ini tidak berkuarang atau bahkan lepas dari genggaman. Na’udzu billah.

Warna Hidup

Hemm…!, akhir pekan kemarin dapat pinjaman CD film dengan judul “Jagad X-code” (kalo pinjam CD film original untuk ditonton doank, tidak termasuk kategori membajak kan?). Film ini bercerita tentang tiga orang pemuda yang tinggal di sekitar Kali Code Yogyakarta, tentu saja disertai dengan berbagai permasalahan.

Salah satu adegan yang membuat saya tersenyum miris adalah gambaran seorang tukang cukur rambut yang biasa mangkal di salah satu sudut Alun-alun (kurang jelas sih Alun-alun Kidul apa Lor). Seorang tukang cukur yang sedang gundah karena alat cukurnya hilang dicuri dan dia tidak bisa membeli alat cukur yang baru. Mudahnya, penghasilannya sebagai tukang cukur tidak mencukupi untuk membeli alat cukur baru.

Begitu banyak fenomena seperti diatas. Banyak pedagang kaki lima yang penghasilannya tidak bisa untuk memperbaiki atau membuat gerobak baru. Bila gerobak itu rusak ia harus pontang-panting mencari pinjaman untuk memperbaikinya.

Idealnya, penghasilan seseorang mestinya bisa mencukupi untuk memperbaiki atau membeli barang-barang penunjang produktifitas dia. Seorang petani mampu membeli benih dan pupuk untuk bercocok tanam, para nelayan mampu mengibarkan layarnya tanpa harus bingung mengutang BBM, dan… sudah ah, ntar kayak iklan partai jadinya.

Kenyataan seperti itu tidak hanya dikalangan masyarakat kecil aja. Dikalangan professional juga meski tidak semua. Banyak teman-teman programmer mesti menabung sekian bulan untuk membeli sebuah hard disk external, apalagi untuk membeli satu unit notebook atau desktop, pasti nabungnya mesti berbulan-bulan atau mungkin ada yang bertahun-tahun???…

What Are We Really Needed?

Seorang wanita muncul dihadapanku dan bercerita banyak hal tentang masalah yang dia hadapi. Belum lama ini ia tanpa sengaja mengunjungi facebook.com dan mendapati bahwa kekasihnya memiliki teman perempuan lebih banyak daripada teman laki-laki dibagian friends di facebook.com tersebut. Ia merasa tidak nyaman dan mencoba mengkomunikasikan dengan kekasihnya. Tentu saja tidak dengan wajah sumringah.he3x…

Kini percikan api yang amat kecil, bahkan bukan berarti apa-apa bagi orang lain, menjadi besar dan hubungan yang telah dibina terancam binasa. Dan saya, tentu saja hanya sebagai teman ngobrol dan pendengar yang baik tentunya :) .

Yang muncul dalam dalam benak saya ketika itu, mengapa mereka terjebak terhadap hal-hal yang seperti itu. tidakkah mereka berpikir, apa yang sebenarnya ia butuhkan dan harapkan dari pasangannya. mungkin saja yang perempuan hanya ingin sedikit perhatian, dan yang laki-laki hanya butuh sedikit kelonggaran. Hemm.., siapa yang tahu!?

Masalah serupa tapi tak sama. Bila saya sedang membangun rumah dan suatu ketika saya ingin mempercepat proses pembangunan rumah tersebut, Tentu saja yang akan saya lakukan adalah menambah tukang bangunan yang membangun rumah saya, bukan menambah mandor yang hanya mengawasi kerja tukang. Menambah mandor tidak akan mempercepat proses penyelesaian rumah tersebut. Kecuali jika pembangunan rumah ini dilakukan pada jaman penjajahan, yang setiap atasan bisa berbuat apa saja terhadap bawahannya. Termasuk memaksanya bekerja dua puluh empat jam sehari. Atau mandornya adalah orang yang begitu baik sehingga mau bersanding bersama tukang, menata bata dan mengaduk semen, serta mengerjakan banyak hal yang semestinya diselesaikan oleh tukang (Tapi kayaknya yang seperti itu bukan mandor namanya. Tapi mandor merangkap tukang).

Dalam kasus pembangunan sebuah rumah seperti yang saya contohkan diatas, mungkin anda tidak akan mengira kalau banyak orang  justru memilih untuk menambah mandor dari pada tukang. Banyak persoalan tidak dapat diselesaikan justru karena para pengambil keputusan tidak tahu apa yang sebenarnya mereka dibutuhkan. Masih tidak percaya? Gambar dibawah ini mungkin bisa meberikan penjelasan yang lebih baik.