Mengenal Desktop Environment di GNU/Linux

Apasih KDE, GNOME, XFCE, dan kawan-kawannya itu?

KDE SEPertanyaan di atas seringkali ditanyakan oleh pemula yang baru mengenal GNU/Linux dan peduli tentang Linux. Hal serupa yang sering ditanyakan biasanya tentang nama-nama distro, kenapa ada banyak nama untuk Linux, atau pertanyaan “Apasih sebenarnya Fedora, Redhat, Slackware, dll itu?”.

Saya juga bingung saat pertama kali berkenalan dengan GNU/Linux. Tapi kebingungan ini perlahan semakin menghilang asal tidak bosan belajar dan mencari tahu. Sayangnya banyak orang yang tertarik mendengar nama besar Linux dan ingin mempelajarinya, berhenti karena masalah sepele seperti tidak biasa dengan struktur file, atau karena file mp3nya tidak bisa berkicau lagi.

Memang mempelajari Linux membutuhkan efort yang lebih banyak daripada belajar sistem informasi lain. minimal jika belajar Linux mesti belajar juga tentang keberagaman :) . sebagai ilustrasi, ketika belajar di kampus, komputer di Laboratorium pake Ubuntu dengan GNOME sebagai Desktop Manager-nya. Kalo mau buka folder dan lihat-lihat isinya pake Nautilus. Kemudian, saat main ke kos temen, nyalain komputer temen, ternyata pake Fedora dengan Desktop Manager KDE. Saat mau lihat-lihat koleksi file mp3-nya, bingung cari-cari Nautilus, tapi kok gak ketemu :) .

Kembali ke “apa itu Gnome, KDE, Xface, dan kawan-kawan?”, ringkasnya, mereka itu disebut dengan Desktop Manager. Dalam bahasa indonesia yang enak didengar adalah bagian yang mengatur tampilan grafis di desktop. Desktop Manager ini berada dalam ruang lingkup desktop environment. Atau linkungan kerja berbasis dssktop/grafis. Artinya klo kita make komputer gak perlu ketik-ketik perintah lagi, tapi tinggal klik aja karena sudah ada Desktop Manager-nya, entah Desktop Manager itu KDE ataupun GNOME.

Untuk memahami lebih detail lagi dimana posisi Desktop Manager ini, kita mesti melihat ke arsitektur Linux itu sendiri. Untungnya Linux itu transparan. Setiap layer/lapisan yang menyusun sebuah sistem operasi bisa terlihat dengan jelas. Berbeda dengan sistem operasi yang mahal itu. User tahunya cuma apa yang tampak didepan mata, ada apa dibelakang ya gak ngerti.

Gambar berikut yang menjelaskan secara sederhana lapisan-lapisan yang menyusun Linux. Dimulai dari level kernel yang paling dekat dengan hardware, hingga Desktop Manager yang menjadikan hidup lebih indah dengan klik kanan klik kiri.

Desktop Environment

Setiap layer menjadi penghubung komunikasi antara layer yang ada diatasnya dengan layer dibawahnya, begitu pula sebaliknya. Layer kernel bertugas untuk berkomunikasi dengan hardware. termasuk pengaturan memory, processor, vga, dll. Diatasnya ada beberapa utility dan daemon atau service yang bisa di pake oleh user tapi dalam bentuk command line dan bebasis text. Terlihat pada gambar ada Xserver yang menjadi pondasi komunikasi antara desktop emvironment dengan kernel. Xserver ini tidak jauh berbeda dengan service-service lain seperti http server atau database server. Library Xlib menjadi alat komunikasi Xserver dengan library lain yang ada di level yang lebih tinggi.

Level berikutnya adalah Qt, GTK, dll. Nah library-library inilah yang digunakan untuk membangun Desktop Manager. Misalnya KDE dibangun diatas Qt, dan GNOME dibangun dengan library GTK. Baru diatas level inilah dibangun applikasi-aplikasi berbasis grafis, bisa diklik kanan dan kiri.

“Jika kita tidak ingin menginstal Desktop Manager, apa masih bisa bekerja?” tentu saja bisa, tapi tidak dengan klik kanan kiri. Sebagian orang memilih bekerja tanpa Desktop Manager karena lebih ringan, fleksibel, dan alasan-alasan lainnya. Tanpa applikasi grafis pun tetep bisa buat document, denger musik, chating, browsing, dll. asik kan…

Nah kalo ada orang atau organisasi yang membuat paket Linux, kemudian dalam paket tersebut ditambahkan berbagai aplikasi yang dibutuhkan, hasil pemaketannya ini disebut distro. dan tiap-tiap distro diberi nama seperti Fedora, Ubuntu, Linux Mint, dll.

Seru kan belajar Linux..?

Convert Virtualbox Image to VMware Image

I use Windows XP Mode that integrated with my windows7, but I often get it crash with no reason. So I try to get VMware Player and fortunately, it easy to import my Windows XP Mode to VMware.

If you want to permanently remove Windows XP Mode (will save a lot of disk space), follow step explained Microsoft Technet instead of uninstall Windows XP Mode from Control Panel.

Someday, I get VirtualBox image and try to run it using VMware. First step, I surf and search how to convert VirtualBox image(.vdi) to VMware image(.vmdk). I get here and tell me to use qemu-image utility part of Qemu and run command bellow:

qemu-img convert VirtualBox-HardDisk-image.vdi -O vmdk VMware-virtual-machine-image.vmdk

It’s very simple but commented didn’t work a well and pointed to another tutorial. This second tutorial more explained steps. first step convert VirtualBox image to raw image using Vboxmanage (part of VirtualBox) and second step convert raw image to VMware image using Qemu(http://www.qemu.org). This steps more complicated for me because I must download VirtualBox to use Vboxmanage command.

So I decide to use just Qemu to convert because is small and lightweight to download. The following steps explain you to convert VirtualBox image(.vdi) to VMware image(.vmdk):

  1. Download Qemu for windows at http://lassauge.free.fr/qemu/
  2. Extract on c: and become c:\qemu-0.13.0-windows
  3. Open Windows Command Prompt as administrator
  4. Run command bellow to convert VirtualBox image(.vdi) to raw image(.raw)

    c:\qemu-0.13.0-windows>qemu-img convert c:\virtualbox_image.vdi -O raw c:\virtualbox_image.raw

  5. Run command bellow to convert raw image(.raw) to VMware image(.vmdk)

    c:\qemu-0.13.0-windows>qemu-img convert c:\virtualbox_image.raw -O vmdk c:\virtualbox_image.vmdk

Converting disk image need more times dependent to image size. be patient to wait until finished and make sure you disk space is sufficient to output file.

Pilih yang mana ya…!?

Kenapa pakai Sqlite? kenapa gak pake database “beneran” aja?

Ini kenyataan. Seorang programmer bertanya padaku tentang aplikasi yang saya buat. Pertanyaan yang membuat saya jengkel sekaligus geli mendengar. Bayangkan saja Sqlite dianggap bukan database beneran. Oi kemana aja lo… cari tahu dulu napa http://www.sqlite.org/famous.html

Kalau pertanyaan kenapa pilihan saya jatuh pada SQLite, mungkin saya bisa jelaskan. Aplikasi yang saya buat ini adalah aplikasi standalone. Database yang dipake pun gak perlu komunikasi dengan aplikasi lain over network. Jangankan via jaringan, orang yang make cuma aplikasi itu doang dan hanya ada di komputer satu itu aja. Ngapain nambah-nambah kerjaan dengan memasang database client-server. Terlalu over kill bagiku jika mesti install mysql. Meski Mysql yang ku-install di anggap sebagai standalone database server.

Prinsipnya, dalam memilih, sebisa mungkin menempatkan sesuatu pada tempatnya dan memilih sesauai dengan kebutuhan. Jika butuhnya hanya database yang bisa mengolah 5 sd 10 tabel dan gak perlu model client-server, ya pake aja yang standalone database. Kalo database engine-nya mau di pake oleh berbagai aplikasi, ya silahkan pakai yang model client-server. Kalo butuh yang handal dan support yang bagus, ya silahkan cari yang sesuai aja. Sesuai dengan kebutuhan. Jangan sampai butuhnya cuma web company profile, kita nyediain servernya pake sewa VPS.

Cara membersihkan komputer

jika waktu senggang, ada baiknya kita membersihkan komputer. pertama-tama, lepas semua kabel yang terhubung ke casing, monitor, dan stop kontak. kemudian buka perlahan-lahan casing menggunakan obeng. gunakan kuas yang kecil da lembut, dan mulailah membersihkannya.

Bertemu keluarga adalah suatu yang paling menyenangkan. Keluarga yang hangat dan akrab bisa menularkan aura kebahagiaan pada tiap-tiap anggota keluarga. Meski banyak juga keluarga yang merasa kurang bahagia, itu adalah lain hal. Setidaknya aku bahagia dengan keluargaku dan aku bersyukur.

Tidak ada acara spesial yang dipersiapkan untuk pertemuan itu. Hanya sekedar ngumpul, makan-makan dan ngobrol tentang apa saja yang terlintas di kepala dan layak untuk diobrolin. meski biasa-biasa saja, bagiku tetap luar biasa. bayangkan saja, aku telah lama tidak bertemu dengan orang-orang yang kucintai, dan ada waktu yang cukup untuk melepas rindu, hal biasa akan terasa luar biasa.

Lama tidak bertemu, membuat berbagai perubahan tampak begitu jelas. Ada yang tambah gemuk dan ada yang berubah jadi kurus. Dan Facebook, saya salut dengan aplikasi yang satu ini. Saudara-saudaraku yang dahulu buta tentang internet, sekarang pada ber-facebook ria via HP. Tapi sayang, mereka tetap buta bagaimana memanfaatkan internet secara optimal untuk berbagai kebutuhan.

Internet cenderung digunakan hanya sekedar media hiburan semata. terlihat dari banyaknya penyedia jasa telekomunikasi yang lebih menonjolkan gratis facebook daripada gratis internet dalam iklan-iklan mereka. Ternyata Facebook jauh lebih menjual daripada internet itu sendiri.

Melihat kenyataan tentang Facebook ini, aku mencoba memulai diskusi tentang internet sehat dan memberi contoh bagaimana cara berkontribusi untuk dunia. Diwaktu yang singkat aku hanya bercerita tentang blogging, bagaimana membuat sebuah blog, menghiasinya, dan mulai menulis konten. Kenapa pilihan saya jatuh pada blog? kenapa bukan cara browsing dan memanfaatkan search engine untuk mencari bahan-bahan pelajaran, atau mencari trik dan tips khusus untuk menyelesaikan soal matematika?

kenapa mesti blog? Saya hanya berharap agar mereka mau menulis, tidak lebih. Terdapat banyak manfaat yang bisa didapat dari menulis. ya.. menulis apapun. Salah satunya bisa membiasakan diri berpikir secara sistematis dan beruntun, mendokumentasikan ide yang kalau tidak ditulis bakal cepat menguap, atau memperkuat ingatan atau pelajaran. dan masih banyak lagi maanfaat yang bisa dipetik. silahkan tanya om google jika tidak percaya :) .

Sayangnya menulis bukanlah pelajaran utama yang diajarkan disekolah. Bahkan guru-guru hanya mengingatkan untuk mengulang pelajaran dengan cara membaca kembali pelajaran sayang sudah diberikan dikelas. Jarang sekali yang menasehati muridnya untuk menuliskan pelajaran yang didapat disekolah disiang hari. Padahal, selain mendengar dan membaca pelajaran, menuliskan apa yang telah diajarkan adalah cara agar pelajaran itu lebih lama berada dalam ingatan kita.

Akhir cerita, kutipan di paragraf pertama pada tulisan ini adalah buah karya keponakanku yang sedang duduk dikelas tiga sekolah dasar. kuminta ia menuliskan bagaimana aku membersihkan CPU yang berada di kolong meja. CPU ber otak Athlox XP 2500+ itu adalah warisanku saat aku kuliah dulu. biasanya keponakanku hanya main GCompris (http://gcompris.net/) yang berada diatas Mandriva (http://www.mandriva.com/en/) saja. Semoga kali ini dia mau menulis. menulis apa saja.

Coding style and Standard

saya sedang mengerjakan beberapa project aplikasi untuk sebuah perusahaan multinational. Dalam mendevelop aplikasi, perusahaan ini menggunakan sebuah framework untuk menjaga agar setiap developernya tidak menggunakan gayanya masing-masing. selain itu, sebelum aplikasi release ke test, terdapat code review session untuk memastikan kualitas code yang dibuat sekaligus memastikan aplikasi yang dibuat benar-benar menggunakan standard yang telah ditentukan sebelumnya.

Jika kita membuat sebuah aplikasi sendirian, kita bisa membuat code sesuai dengan style kita sendiri. tetapi bila bekerja dengan orang lain, pengunaan standard sangat membantu dalam menyelesaikan aplikasi yang sedang dibuat. Tetapi satu hal yang menurut saya sangat sulit distandarisasi. Yakni cara berpikir, dan cara setiap orang menyelesaikan masalahnya. Dalam menghadapi masalah yang sama, setiap orang memiliki cara penyelesain yang berbeda. Misalkan diminta untuk menentukan dua bilangan bulat yang bila keduanya dijumlahkan maka akan menghasilkan nilai sepuluh. Jawaban dari persoalan tersebut tentu saja beragam. Banyak jalan menuju roma kata pujangga. Meski demikian, tidak sedikit masalah  yang hanya bisa diselesaikan dengan satu cara.

Karena banyak cara menyelesaikan masalah, maka dibuatlah sebuah standard yang bisa diterima oleh banyak orang. Katakan saja sebuah siklus proses CRUD (Create, Read, Update, and Delete) harus mengikuti standard yang ada agar mudah dipelajari oleh orang lain. Termasuk juga style dalam penulisan code, nama variable, dll. Standard ini mestinya berkembang sesuai dengan permasalahan-permasalahan yang ditemukan dikemudian hari beserta cara penyelesaiannya.

Terdapat banyak sekali coding standard yang ada saat ini. Jika tertarik untuk mempelajarinya mungkin bisa memulai dari Wikipedia.

Facebook Privasi Aman Buat Selingkuh?

Waktu login ke facebook pagi ini aku baru sadar kalo kita bisa tentuin temen-teman yang bisa baca Wall dan kepada siapa wall yang kita tulis di sembunyikan, Maklum jarang sekali facebook-an. Sebagai contoh, saya bisa ungkapkan rasa cinta kepada istri tanpa di ketahui tetangga yang kebetulan jadi friend di Facebook.



Gambar di atas adalah screenshoot untuk mengatur privasi dari wall yang kita tulis. Dengan adanya fitur ini kita tetap bisa pake facebook tanpa harus merasa berdosa karena tidak perlu pamer kemesraan dengan istri/suami didepan teman kantor yang lagi sendiri. Tapi ya jangan disalah gunakan. Bila ini digunakan untuk hal-hal yang buruk, pasti akan berakibat buruk juga. Ingat kan? Menanam rumput takkan tumbuh padi.

Dibalik Tumpukan kado

Dalam dua mingggu ini aku mendapatkan banyak kado, tentu saja tidak sebanyak kado pernikahanku. Well, aku tidak mengkritiki orang-orang yang dengan senang hati memberi kado-kado yang cukup menarik itu. bahkan aku bersukur akan hadiah-hadiah ini. Bukan hanya saat ini, tetapi setiap kali menerima hadiah tentunya.

Namun, seiring berpindahnya kado-kado itu ketanganku, ada teriakan kecil yang seakan-akan menghujat dengan nada yang lemah hampir tak terdengar. kemudian hilang begitu saja seiring dengan berlalunya waktu. tentu saja lebih-lebih karena aku tidak menghiraukan suara itu.

Sepanjang tahun hidupku berlaku seperti halnya kebanyakan manusia. Sesekali menerima hadiah dan dilain waktu juga memberikan hadiah untuk orang-orang terdekat. Tidak ada yang salah ketika manusia saling memberi hadiah. Bahkan memberi hadiah merupakan anjuran Nabi yang patut kita teladani.

Disaat aku memberi hadiah rasanya begitu berat. Bukan hanya karena tidak ikhlas. tapi suara itu begitu menusuk melebihi rasa kurang ikhlas yang muncul. jika saat menerima, suara itu terdengar begitu halus. Saat memberi, ia terdengar begitu lantang, “seminggu yang lalu, kamu hanya meberikan dua buah koin pada orang yang tidur di sudut jembatan penyebarangan itu. Hanya dua keping dan itu seminggu yang lalu.” Suara itu begitu nyaring, hampir saja aku mengira semua orang disekelilingku mendengarnya. “hari ini berlembar-lembar rupiah kau berikan sebagai hadiah yang mungkin penerimanya tidak begitu membutuhkan.” Ujarnya lagi membuat aku terhentak dan berpikir, “Tidakkah ini sebuah ketimpangan? infaqku jauh lebih kecil daripada yang kuberikan dalam bentuk hadiah. tidakkah aku berpikir untuk memberi hadiah bagi mereka yang amat membutuhkan. karena hadiah tidak mungkin hanya sekedar dua keping uang receh.

Iman itu mestinya ….

Pagi itu, dilayar monitor seseorang (SS) tiba-tiba window pidgin muncul diiringi suara “plug”. tertulis disana kata “Hai, pa kabar?” sebagai salam pembuka dari seseorang yang berada jauh diseberang sana (ORDS).

(10:02:55 AM) SS: muridku ga lulus UN 4 anak
(10:03:10 AM) SS: yang 1 anak memang agak kurang pandai
(10:03:09 AM) ORDS: sorry to here that
(10:03:49 AM) ORDS: semoga bisa lulus di ujian ulangan
(10:03:56 AM) SS: amin
(10:03:57 AM) SS: tapi rasa kebersamaan dengan Allah sangat tinggi
(10:04:10 AM) SS: sama sekali dia tdk tanya kanan kiri
(10:04:21 AM) SS: kata dia takut dosa
(10:04:27 AM) ORDS: ku pikir kita harus membuang jauh2 perasaan kurang pandai itu

(10:04:52 AM) SS: trus ikut un susulan
(10:05:08 AM) SS: sm gurunya dicarikan jwbn
(10:05:25 AM) SS: tapi dia sama sekali ga mau pake
(10:05:37 AM) SS: subhanallah, i proud of her
(10:05:46 AM) SS: tp sama guru2 pd dicemooh
(10:05:55 AM) ORDS: saya salut bgt akan keteguhannya
(10:06:14 AM) SS: tp dia nyantai dg bilang klo nyontek ga barokah
(10:06:19 AM) ORDS: tp mestinya bukan begitu caranya
(10:07:44 AM) ORDS: cemooh td akan men-sugest klo dia emang kurang pandai. tp karena tawakkalnya cukup tinggi jadinya dia juga bakal merasa lebih santai
(10:07:55 AM) SS: iya
(10:08:10 AM) SS: tp kan cemooh-nya ga didepan anaknyalah
(10:08:27 AM) SS: cm aku mendengar saat berbincang antar guru
(10:08:59 AM) ORDS: Oh, sory klo gitu. anyway keimanan & taqwa yang sebenarnrnya mampu meberikan semangat, harga diri , dan kepercayaan yang luar biasa. bukan membuat Orang pasrah dengan beralasan tawakal, & ridlo dengan keputusanNya.

(10:10:50 AM) SS: py maksute??
(10:10:53 AM) SS: aku ra dong
(10:11:00 AM) ORDS: aku juga :)
(10:11:55 AM) ORDS: pasti pernah baca Orang2 yang tampak begitu bertakwa tapi mengasingkan diri dari buruknya dunia?
(10:12:15 AM) ORDS: karena dia merasa takut terjerembab kelembah maksiat
(10:12:42 AM) ORDS: kupikir itu masalahnya karena semangat dakwahnya kurang
(10:15:50 AM) ORDS: dan banyak orang memang lari dari rasa frustasinya ke arah2 religi

(10:18:32 AM) ORDS: iman & takwa itu mestinya bagai mujahid yang dengan keimanannya & ketakwaannya tetap bersabar mengayunkan pedang, menahan lelah hingga 1 orang diantara mereka mampu mengalahkan 20-200 orang. bukan bersabar atas kekurangannya

(10:18:46 AM) ORDS: eh, muridmu masih semangat belajarkan?
(10:19:27 AM) SS: di kalangn teman dan adik2 kelasnya menilai rajin dan semangat belajar
(10:19:43 AM) SS: aku sendiri kurang tau krn tidak mengampu kelasnya

(10:23:09 AM) ORDS: klo dia merasa bahwa dirinya kurang pandai (terus pesimis & g semangat), itu sangat buruk menurutku
(10:24:25 AM) ORDS: bagiku, tdak ada orang yang bodoh. ini hanya masalah waktu dan semangat. sebagian orang mungkin hanya butuh waktu 2 jam untuk menguasai pelajaran. sebagian lainnya butuh waktu lebih lama
(10:24:53 AM) ORDS: ingat einsten? dia di fonis bodoh waktu di sekolah dasar
(10:25:19 AM) ORDS: hem.., ibnu hajar al-asqolani? tak perlu kuceritakan lagi
(10:26:13 AM) ORDS: maksudku, muridmu tidak boleh terpengaruh dengan lingkungannya yang mengatakan demikian
(10:26:25 AM) ORDS: ia harus percaya kl dia bisa
(10:27:07 AM) SS: ow lha yo ngono kui mestine.

(10:34:28 AM) ORDS: eh, pernah dengar anak kiyai yang tampak gak banyak belajar, nkal, dll tp ketika udah besar ia jadi pintar dan hebat?
(10:34:52 AM) SS: koe po?
(10:34:57 AM) ORDS: :) )
(10:35:22 AM) SS: huuu, sombong weh :d
(10:35:28 AM) ORDS: bukan2
(10:36:01 AM) ORDS: banyak orang mengatakan itu karena karomah atau do’a dari bapaknya yang ulama
(10:36:39 AM) ORDS: mungkin benar tp disamping itu, sebenarnya yang paling membuat ia tampak tiba2 jadi pintar itu karena lingkungannya

(10:37:36 AM) ORDS: sejak lahir lingkungannya sudah mengatakan klo dia itu pintar dan hingga dewasapun lingkungannya tetap percaya klo dia itu pintar
(10:37:49 AM) ORDS: jadinya ia merasa pintar
(10:38:33 AM) SS: spakat
(10:38:40 AM) ORDS: dan terkadang rasa pintarnya membuat ia selalu bersemangat untuk menambah kepintarannya (dengan belajar tentunya)
(10:39:01 AM) ORDS: tapi banyak pula yang dengan merasa pintarnya itu ia menjadi keminter
(10:39:33 AM) ORDS: aku misalnya, perasaan pintarku membuat aku sok pintar
(10:39:39 AM) ORDS: :) )
(10:39:56 AM) SS: betul…betul..betul…=))
(10:39:56 AM) ORDS: :) )

Ajarin Aku Komputer

“Ajari aku komputer bib!”, sebuah kalimat yang sering muncul baik lewat email, facebook, Ym!, dll. Biasanya ini di ungkapkan oleh kawan lama yang baru ketemu lewat Facebook atau media lain dan kemudian diikuti dengan tukar menukar nomor HP, account Ym!, email, dll. Biasanya kawan saya ini baru tahu kalau saya kuliah di bidang IT.

Kalimat semisal yang sering saya terima adalah: “Ajari aku Linux bib!”. Ini biasa diungkapkan oleh teman-teman yang baru tahu kalau saya biasa pake Linux.

Well, bagi saya sendiri tidak masalah meluangkan waktu untuk memenuhi permintaan tersebut. Hanya saja kebanyakan dari mereka posisinya berjauhan dari tempat di mana saya tinggal. Sebenarnya jarak yang jauh bukan masalah besar sih dengan adanya internet.

Masalah utamanya adalah jawaban mereka ketika saya Tanya kembali: “Mau belajar computer bagian yang mana? Kan computer itu luas bla…bla…”.

“Ya, pokoknya belajar computer. Yang kamu bisa aja”, demikian rata-rata jawabannya. Hem.., kalo seperti ini gimana cara ngajarinnya ya!?..

Akhirnya aku tuliskan kalau computer itu cukup luas cakupannya. Ada programming, networking, pengguna computer biasa, dan banyak lagi. Kalau memang masih ‘buta’ dengan computer, mulailah dengan belajar aplikasi office, dan internet. Kemudian setelah bisa aplikasi office, tidak perlu expert, mulailah mencoba untuk belajar hal lain yang diinginkan. Bisa didmulai dari install aplikasi, game, bahkan system operasi. Kemudian utak-atik hardware atau langsung coba-coba membuat program. Dari situ akan diketahui sukanya dibidang yang mana dan bisa milih mau fokus dimana.

Kalau masih bingung, belilah satu buku tentang computer apa saja kemudaian dibaca dan dipraktekan. Bila dibaca sekali belum paham juga, ulangi lagi, dan ulangi lagi. Intinya jangan menyerah karena kegagalan yang pertama dan kedua.

Banyak teman saya meninggalkan Linux karena gagal menginstall atau hasil instalasinya tidak bisa menjalankan file audio/video.

Bila dalam belajar (tidak hanya belajar computer) menemukan masalah, jangan langsung ditinggalkan. Cobalah cari solusinya di internet. Diinternet kita bisa mencari melalui google atau mengungkapkan masalah yang dihadapi ke mailing list atau forum yang sesuai dengan minat kita. Tentu saja mesti mendaftar terlebih dahulu. Ada banyak milis dan forum yang bisa kita “curhati”. Tentu saja harus sesuai dengan tema yang sesuai, dan jangan salah alamat.
Intinya, baca dan coba kemudian tanya dan diskusikan.  kalau mau bertanya lansung saja unkapkan masalahnya apa. Jangan tanya “bisa bantu saya gak?” atau “saya punya masalah dengan computer saya”. Kalau memang ada yang bisa bantu dan berkanan, pasti dibantu.

Nah itulah yang biasa saya tuliskan untuk membalas permintaan teman-teman saya yang saya tulis diatas. Tentu saja saya juga tuliskan, kalau saya dengan senang hati membantu masalah mereka. Jadi jangan segan untuk bertanya. Baik lewat email, Ym!, atau HP.

Nah sekarang, selamat belajar…! saya juga masih belajar kok.

Cemburu Itu Menusukku

Kini cemburu itu datang kembali. cemburu akan orang-orang yang tak pernah berpikir panjang untuk berbuat sesuatu yang ia yakini kebenarannya.cemburu kepada setiap manusia yang tak pernah peduli akan cibiran orang-orang  disekitarnya. tidak peduli meski dunia tidak bersahabat. yakin akan idealismenya mesti kadang itu salah.

aku cemburu. cemburu terhadap orang-orang yang tidak takut berbuat salah dan tak pula malu mengakuinya. dan dengan lapang dada mencoba sekuat tenaga untuk memperbaiki setiap kesalahan yang pernah ia buat.

cemburu itu terus menghantuiku. cemburu akan orang yang terus saja berkarya, meski tak satupun yang menghargainya. yang selalu ada waktu untuk mengimplementasikan ide-idenya yang bakal jadi “sampah”.

aku cemburu karena tak satupun karya yang kuhasilkan hingga saat ini. setiap akan kumulai, kepalaku berteriak: “metodenya tidak bagus, akan menjadi karya yang buruk bila tidak didesain dengan tepat sejak awal”.

aku cemburu karena hanya bisa menjelekkan karya orang lain. dan aku… tak satupun yang ku hasilkan. banyak waktu yang tersedia tapi selalu bilang “nanti saja ku mulai, itu kan mudah”.

Thank to Pak “Roy Winata” (roy at ptgdi dot com)  atas gdi+ chapter One yang menginspirasi.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.