mencoba belajar darinya

Sebuah istilah atau pepatah barat mengatakan, think big act small start now. Berpikir besar mengerjakan dari hal-hal yang kecil dan mulailah dari sekarang. Berpikir besar bukan berarti bualan indah yang dilarang oleh Allah dan rasulnya. Namun berpikir besar adalah memikirkan masa depan yang cemerlang dengan konsep-konsep yang logis sebagai sandaran ataupun acuan menuju apa yang dicita-citakannya. Dalam makna secara singkat adalah visi dan misi.
Setiap manusia mempunyai tujuan hidup yang diharapkan, dan bagi seorang muslim cita-cita mulianya adalah mardlatillah. Cita-cita yang sangat mulia. Rasulullah mengajarkan suatu konsep yang jauh lebih “canggih” dari pepatah diatas. Yaitu tauhid dan jihad. Karena keduanya inilah, dalam berbagai medan pertempuran, musuh-musuh islam merasa salut atas keberanian tentara muslim. Mereka seakan-akan tidak percaya bahwa seorang tentara muslim mempunyai semangat begitu besar. Bukan semangat ’45 tapi semangat badar.
Kandungan dan pengertian kalimat tayyibah “laa ilaha illa Allah”, merupakan sebuah statement, shahadah (kesaksian) serta proklamasi kemerdekaan martabat kemanusiaan bagi setiap muslim, yang nilainya jauh melampaui makna declaration of independence dan human right yang dihembuskan dari negeri barat. Nilai tauhid yang seperti inilah yang membuat seorang muslim selalu merasa percaya menghadapi orang lain, tidak pernah merasa takut karena yang pantas ditakuti hanya Allah semata. Tidak yang lain.

Pribadi muslim yang berpijak pada fondasi tauhid tidak pernah akan merasa goncang karena di hatinya sudah terpatri kalimat laa ilaha illa Allah. Tidak kamus rendah diri dalam jiwanya karena dalam sanubarinya tertanamkan rasa rendah hati yang tulus yang tidak akan pernah didapatkan dengan cara berfikir rasional. Subhanallah makna hidup bagi seorang muslim, adalah suatu lahan yang harus diolah, dan karenanya dapat memberikan makna pada kehidupan itu, seorang muslim memandang kehidupan ini sebagai arena yang memberikan empat cakupan penting yaitu : tantangan (challenge), kekuatan (power), peluang/kesempatan (oportunity), dan perjuangan (fighting).

Seorang muslim diharapkan untuk memasyarakat, ia dituntut untuk memberikan manfaat bagi orang lain. Dimanapun ia berpijak semua orang akan menyenanginya. Lebah adalah sebuah permisalan bagi orang-orang muslim, lebah hanya maub pada yang baik, menghasilkan yang baik dan memberi manfaat bagi selainnya serta mempunyai harga diri yang tinggi yang membuat setiap orang segan padanya. Apalah arti hidup, bila eksistensi diri menjadi suatu petaka bagi lingkungannya.
Hidup mulia atau mati sahid adalah motto bagi setiap pejuang muaslim, walau mati sebagai suhada bukan hanya mati tersungkur karena bayonet. Motto ini juga memberi dorongan untuk selalu berkompetisi walau dasar yang lebih sesuai adala Qur’an surat Al ‘asr. Selain itu ketentuan Allah bahwa setiap manusia adalah kholifah, menunjukkan bahwa sitiap muslim harus mempunyai jiwa kepemimpinan. Artinya, setiap muslim harus mampu mempengaruhi orang lain, membangkitkan antusiasisme lingkungan, bergaul dengan mudah, dan memecahkan segala problem yang ada. Rasulullah pun mengajarkan sebuah do’a kepada umatnya, “rabbana hab lana min azwaajina wa dzurriyatina qurrata a’ yun, wa ja’alna lil muttaqina imama”.

Di bukunya DR. Schwartz mengarjarkan pada peserta sebuah pelatihan, untuk mencapai sukses harus dimulai dengan hal-hal yang kecil, seperti duduk dibarisan terdepan dalam seminar ataupun kuliah. Dan rasulullah dalam enam belas abad yang lalu mengajarkan para shahabatnya untuk shalat dalam shaf yang terdepan. Muhammad mengajarkan pada umatnya untuk menbarkan kasih sayang, dalam generasi pertama ini ancaman tentang adab neraka dan janji akan surga tidak banyak mempengaruhi tindakan mereka. Mereka menta’ati Allah dan rasulnya lebih banyak didasari oleh kecintaan mereka pada Allah dan muhammad serta dien ini. Bagaimana rasulullah mampu membuat para sahabat mencintainya? Ia tahu bahwa salah satu sifat dasar manusia adalah hasrat untuk menjadi penting. Dalam majlis-majlis yang diadakan oleh rasul, semua sahabatnya merasa bahwa dialah yang paling mendapat perhatian rasul.wallahu ‘alam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s