Semalam Di Manisrenggo

Sabtu lalu tepatnya tanggal 17 Maret Diajak teman Menghadiri Undangan “Tadzabbur Alam” di Bumi Perkemahan Manisrenggo Klaten. Suasana bumi perkemahan yang sejuk membuat hidup terasa berbeda dengan suasana perkotaan. sungai yang mengalir, meski tak begitu deras, serasa memberi kehidupan pada alam yang kian mengerang kekeringan, mengingatkan akan bencana alam yang sering melanda negeri ini. banjir, lumpur, longsor, dan lainnya, akankah negeri tercinta ini akan tetap indah hingga anak cucu kita. mungkin kata-kata orang bijak, “alam ini bukanlah warisan nenek moyang kita, tetapi titipan anak cucu kita yang mesti di jaga kelestariannya”, hanyalah kata-kata indah belaka. semalam di bumi perkemahan juga mengingatkan akan “pramuka” yang entah hingga saat ini saya tak pernah lagi mendengar suaranya. ah saya aja kali yang ketinggalan berita … 🙂 satu hal yang membuat saya tak mudah melupakan acara tadzabbur alam kali ini. acaranya sih tak jauh berbeda dengan acara-acara serupa yang pernah saya ikuti sebelumnya. yang membuat berbeda, setidaknya bagi saya pribadi, saat acara keakraban antar peserta, saya “ditodong” untuk ikut berkontribusi meramaikan acara tersebut, padahal niat awalnya cuma mau lihat-lihat. datang aja karena diajak teman panitia.trus saya disuruh ngisi bukan karena saya cukup berkompeten buat ngisi acara tersebut, melainkan karena panitia sudah kehabisan ide melihat peserta tidak bersemangat mengikuti acara. dan kebetulan ada orang asing (saya) yang ikut nimbrung di barisan panitia. jadilah saya korban ketidaksiapan panitia menghadapi kegagalan rangkaian acara yang dikemas untuk malam keakraban tersebut. huh……… bayangkan betapa merahnya wajah saya, berdiri di samping api unggun, di kelilingi, puluhan orang yang tidak dikenal. untungnya merah api yang menyala mengalahkan merah muka karena malu. dan lagi hanya panitia yang teriak-teriak “gojlokin” saya. maklum pesertanya kan pada gak punya semangat. ya sukurlah… di tengah kegelisahan itu akhirnya terlintas ingatan masa lalu saat di Baitussalam. dan tanpa pikir panjang saya langsung teriak kalo saya mau bicara panjang lebar dengan bahasa madura. alhamdulillah bahasa madura yang kelihatan aneh dan lucu bisa membuat antusisme peserta kembali muncul jauh melebihi apa yang aku kira. banyak peserta saya tunjuk untuk berbicara dengan bahasa daerah mereka. tidak susah mencari peserta yang berasal dari daerah, maklum jogjakarta, semua jenis plat nomor kendaraan ada di kota ini. di malam itu kulihat keanekaragaman budaya dapat membangkitkan semangat, kebersamaan, datangkan canda dan tawa, memupuk persahabatan, menghilangkan kejenuhan, saling mengenal dan lainnya. namun disana, di sudut indonesiaku, keragaman datangkan bencana, timbulkan perang dan fitnah. di ibukota? siapa yang tidak tahu seperti politikus-politikus kita. manusia memang berbeda. saat malam itu juga terlihat, ada kebaggaan yang muncul bersamaan dengan lantunan lagu-lagu daerah, ada juga yang datang dengan rasa malu mengakui dari kota mana ia berasal. malam itu terdengar juga suara keengganan untuk membawa warisan budaya nenek moyang ditengah terjangan budaya eropa yang amat menghanyutkan. manusia memang berbeda-beda tapi malam itu semua bahagia, semua melepas beban yang di pikulnya, dan semua juga tertawa meski hanya untuk satu malam saja. seperti halnya istirahat yang sangat lama bisa membuat orang malas untuk mulai bekerja, tertawa yang terlampau lamu juga bisa membuat orang gila. malam semakin larut, namun tiap peserta sibuk menghafal beberapa kosa kata daerah lain yang dianggap lucu. bahkan hingga ketempat tidur bahkan mungkin terbawa mimpi. mataku juga sudah tidak tak bisa ditoleransi, apalagi rasa puas membangkitkan semangat peserta mengukir senyum diwajahku hingga aku tidaktaksadarkan menghabiskan waktu malam yang tak terlupakan. tak ketinggalan pula gelas yang cantik, kenang-kenangan dari panitia karena turut serta mengisi acara, ikut menemani tidurku.

Iklan

Mahasiswa Ilmu Komputer Jaman Dulu dan Saat Ini

Saya memang tidak pernah mengalami seperti apa sulitnya jadi mahasiswa ilmu komputer di era 90-an, apalagi sebelum tahun 1990-an. saya aja lahir tahun 1983 di madura, gimana bisa merasakan . . . ! baru tahun 2002 saya bisa menikmati seperti apa menjadi mahasiswa sebuah perguruan tinggi di luar negeri (swasta). tepat di IST AKPRIND Jurusan Ilmu Komputer.

Saya mengenal komputer ya saat mulai kuliah. sebelumnya hanya bisa lihat dari jauh semasa SMA kalau sedang berurusan dengan bagian Tata Usaha (maklum sekolahnya di desa hehe… ). semasa SMP juga pernah lihat komputer, tetapi berbeda, di SMP-ku komputernya masih hitam putih. jadi pas waktu tidak sengaja lihat komputer di di SMA agak kaget karena sudah full color. Jadi kalau ada yang berpendapat lain mohon sharing pendapat. lumayan buat tambah pengalaman.

Maksud saya belajar komputer saat ini lebih susah bukan karena bahan ajarnya lebih banyak atau perkembangan tekhnologi yang begitu cepat dan lainnya. tapi susah yang saya maksudkan lebih pada tekanan mental yang di berikan oleh orang-orang disekitar kita, termasuk teman satu jurusan bahkan dosen kita. bayangkan saja mau belajar lebih dari sekedar klik kanan klik kiri aja komentar yang menciutkan semangat banyaknya tak terhitung. “ngapain susah-susah pake linux, di windows semuanya berjalan dengan baik”. tuh. . . kan komentarnya. apa lagi dosen yang yang kalo ngasih tugas harus pake software yang mahal-mahal, tidak boleh tidak.

Berbeda kalo belajar komputer jaman dulu, menurut pengalaman orang-orang yang saya dengar, dan berbagai referensi yang pernah saya baca, belajar komputer waktu itu memang lebih mudah. saat itu microsoft masih pake DOS yang berbasis text. jadi pilihannya seimbang, mau pake DOS atau *nix sama-sama berbasis CLI, artinya sama-sama susah dan membosankan, dan akhirnya suara-suara sumbang yang diarahkan pada orang-orang yang memilih belajar *nix tentu saja jauh lebih sedikit.

Hemm . . . , tentu saja ini hanya sekedar khayalan saya yang muncul karena kesepian tiada teman di setiap ruang kuliah yang saya ikuti, juga bentuk kecemburuan akan orang-orang yang mengenal *nix lebih awal.

Tips dan Trik Buka File PDF Menggunakan KPDF

bagi temen-temen yang punya saya masalah yang sama dengan saya, mungkin ini bisa menjadi bahan tambahan untuk menyelsaikan permasalahan tersebut. Saya punya masalah dalam membuka/membaca file berekstensi *.pdf. saya menggunakan Slackware dan Fedora Core 5 dengan KDE sebagai desktop managernya. untuk membuka file-file PDF saya menggunakan aplikasi bawaan KDE yaitu KPDF. permasalahannya untuk membuka file-file tersebut,

klik kanan file *.pdf -> open with -> kpdf

Agar bisa membuka file *.pdf hanya dengan klik ganda (tanpa prosedur yang diatas)

klik kanan file *.pdf -> open with -> other

kemudian pada kotak dialog saya tuliskan kpdf dan memberi tanda di bagian “remember application association for this type off file” kemudian klik ok.

Ketika kembali ke konqueror saya coba buka file *.pdf dengan klik ganda namun namun file tersebut tidak bisa di buka dan saya coba berkali-kali dan tetap tidak bisa, yang saya dapatkan di home directory saya tiba-tiba terdapat banyak file yang tidak saya mengerti setelah mengklik file *.pdf (tidak terjadi di Fedora Core 5). Akhirnya karena tetap tidak bisa maka saya tetap menggunakan cara yang pertama hingga saya lupa akan keinginan saya untuk membuka file-file *.pdf hanya dengan klik ganda saja.

Suatu saat saya coba-coba untuk melihat konfigurasi desktop saya di “control center”, eh… akhirnya ketemu juga solusi permasalahan diatas. Ternyata masalahnya ada di bagian “file association”. Nih cara mengatasinya:

pilih K menu -> control center klik kde components -> file Association pilih application -> pdf

pada bagian “application preference order: ganti posisi KPDF menjadi yang paling atas kalo terdapat 2 buah KPDF hapus salah satunya (sebaiknya yang lebih tinggi) kalo ga ada klik add dan tambahkan kpdf. semoga sukses!!!

Bahaya Media

Lihatlah! media dengan mudah membentuk opini masyarakat

mungkin udah agak telat untuk mengomentari masalah poligami yang sempat memanas beberapa bulan lalu. sampai-sampai menteri negara pun turut serta kebakaran jenggot. sekarang wacana tentang poligami mungkin sudah agak reda tapi saya kira masih belum dingin sedingin es. jadi gak apa-apalah meski terlambat. toh khutbah jum’at tadi juga membahas poligami. bedanya kalau pas jum’atan tadi khotibnya membahas tentang hukum poligami menurut agama islam dan berbagai kontroversinya, baik dari umat islam sendiri (sedih juga lihat umat ini saling menyerang) maupun dari non muslim, maka saya akan menulis tentang peran media menyikapi poligami. pendapat saya tentang bagaimana media membentuk opini masyarakat hanya sekedar pendapat saya semata, bisa benar bisa tidak, apalagi contoh yang saya berikan hanya satu kasus AA Gym saja. jadi …… hemmm.

Ok, berbicara tentang poligami akhir-akhir ini tidak terlepas dari AA Gym. poligami yang dilakukan oleh AA Gym banyak dipublikasikan oleh berbagai media baik media cetak maupun elektronik. kesan yang saya lihat dari berbagai publikasi tersebut bahwa citra yang di berikan sangatlah buruk, poligami yang di lakukan AA Gym terkesan sebuah kriminalitas atau suatu perbuatan yang salah, padahal poligami bagi saya bukanlah suatu hal yang buruk meski banyak sekali orang yang pendapatnya beda dengan saya. artinya terdapat perbadaan pendapat dalam menyikapi poligami. tapi perbedaan pendapat yang terjadi seakan-akan sirna entah kemana. yang tampak pada kita seakan-akan semua orang sepakat bahwa poligami itu buruk, keji dan lainnya.

berbeda dengan pemberitaan media terhadap kasus yang terjadi hampir bersamaan. Jarang sekali media yang memojokkan Yahya Zaini dalam kasus perzinahan yang terekam oleh kamera handphone. berita-berita yang ada memberikan kesam simpatik terhadap yahya zaini dan menimpakan segala bentuk kesalahan yang pada ….semata. padahal sangat jelas perzinahan tidak dibenarkan (tabu) baik secara sosial maupun agama.

kasus roy marteen juga tidak jauh berbeda. masyarakat dibuat simpatik terhadap roy marteen yang jelas bersalah. dan menunjukkan bahwa apa yang dilakukan oleh roy marteen merupakan suatu kewajaran, bukan kesalahan.

akhir kata, terlepas dari usaha berbagai media untuk membelokkan pikiran kita. mestinya kita harus benar-benar menyaring berbagai informasi yang kita terima dengan cukup ketat. pesan lama memang, namun tetap saya tuliskan kembali sekedar untuk saling mengingatkan. satu lagi, mungkin masalah poligami yang menghiasi umat islam saat ini kedudukannya tidak jauh berbeda dengan masalah Jihad. kedua permasalahan ini begitu banyak mengundang kontroversi, bahkan mungkin ratingnya cukup tinggi. hemm… wallahu’alam

Shalat Kita Beda???

shalat kita beda????!!!

semalem ngobrol masalah agama dengan temen-temen kos, gak ada yang mengkoordinir arah obrolan mau di bawa kemana tapi tahu-tahu udah lumayan jauh membicarakan masalah sholat. permasalahan yang dibahas sih sekedar perbedaan-perbedaan yang sering kita jumpai kalo kita solat dimasjid seperti bacaan Iftitah yang di pelankan, do’a qunut, dll. perbedaan-perbedaan tampak begitu jelas di Yogyakarta yang penduduknya datang dari mana-mana, tentu juga basic keislamannya berbeda-beda. dulu waktu di madura hampir semua orang solatnya sama ( orang madura nih!) karena basis mereka NU (Nahdlatul Ulama).

bicara tentang “warga negara NU” nih ada sebuah anekdot untuk orang yang begitu fanatik dengan ke-NU-annya. bila orang NU bertemu orang luar, misalnya orang muhammadiyah ( karena yang mereka tahu cuma ada NU dan Muhammadiyah aja ), dengan percaya diri yang amat tinggi orang NU akan bertanya: “kamu orang Islam apa Muhammadiyah?”. yah begitulah kondisi umat islam saat di indonesia ini, bukan maksud saya untuk menghina orang-orang Nahdhiyyin, tapi sekedar sebuah gambaran masyarakat muslim di Madura dimana saya dilahirkan. Di madura orang yang tidak pernah sholat rela mati untuk membela seorang kyai (walau mungkin belum jelas kyai tersebut benar atau salah). semoga anekdot tersebut tidak benar-benar terjadi.

kembali ke bahan obrolan malam di pojok kosku, di belakang saphir square, kian lama kian memuncak dan akhirnya mereda. biasa bagaikan sebuah film ada klimaks dan anti klimaksnya, tapi ini salah satu “film” yang tidak menganut aliran heppy ending alias masih banyak menyisakan banyak tanda tanya dikepala temen-temenku. satu hal yang membuatku sedikit lega (entah temenku yang lain…) diakhir acara aku sempat merekomendasikan buku “Sifat Shalat Nabi” karya Muhammad Nasyiruddin Al-Banni. sebuah buku lama yang menghiasi rak bukuku dengan selimut debu yang cukup tebal.

satu hal yang bisa saya ambil pelajaran dari buku tersebut. solat kita yang telah lama kita pelajari di bangku-bangku sekolah, buku-buku panduan shalat singkat yang banyak beredar disekeliling kita ternyata begitu berbeda dengan tuntunan shalat yang tertuang dibuku tersebut. salah satu alasan yang di jelaskan oleh penulis mengapa shalat kita bisa berbeda disebabkan oleh acuan umat muslim dalam beribadah yang hanya mengacu pada empat mazhab saja. ditambah fanatisme golongan yang tidak mau terbuka dengan golongan yang lain. katkan saja banyak penganut mazhab syafi’i tidak bisa menerima madzhab hambali dan lainnya begitu pula sebaliknya.

pertanyaannya adalah bagaimana dengan orang-orang yang hidup sebelum keempat imam mazhab tersebut dilahirkan. mereka tidak pernah tahu tentang adanya mazhab, golongan dan semisalnya. apalagi fanatik dengan NU atau Muhammadiyah, toh keduanya hanya organisasi yang tidak jauh berbeda dengan organisasi yang lain. mungkin ini juga yang merupakan salah satu penyebab kemunduran islam saat ini. wallahu’alam.

ini hanya sekedar celotehan iseng yang mencoba untuk ikut serta memikirkan umat dien ini. meski tak begitu menghiasi cakrawala ilmu yang tertuang diantara langit dan bumi, setidaknya mampu mengusik hati dan pikiranku untuk kembali memilah antara yang benar dan salah di perbaikan diri tiap saat. ingat hanya orang yang menjalani hari ini dengan lebih baik dari pada hari kemarin yang bisa dinyatakan sebagai orang yang beruntung.

Menggunakan bluetooth di linux untuk transfer file antara ponsel dan PC

Tulisan ini hanya sekedar catatan saya waktu memiliki hp baru yang mempunyai fasilitas koneksi dengan bluetooth untuk transer data/file antara komputer dengan handphone. Untuk koneksi internet pake handphone entar dulu dech, kalo udah kaya. Oke kita mulai . . . .

Sekilas tentang tekologi bluethooth

Bluetooth [http://www.bluetooth.com] adalah standar spesifikasi yang mendefinisikan bagaimana telepon selular, komputer dan personal digital assistant (PDA) dapat saling terkoneksi dengan mudah tanpa perantara kabel. Mudahnya, bluetooth merupakan sebuah teknologi komunikasi wireless (tanpa kabel) untuk perangkat mobile.Nama Bluetooth diambil dari nama seorang raja Viking, Harald Blaatand (Bluetooth) II, yang berhasil menyatukan Denmark dan Norwegia dan membangun komunikasi antar kedua negara tersebut dengan tanpa kabel pula tentunya ( jaman dulu sih).

Paket-paket (program) yang perlu diinstall

untuk mentransfer file dari handphone ke PC atau sebaliknya di perlukan beberapa paket. Paket yangharus dinstall adalah:

1. untuk protokol bluetooth kita pake bluez (default di Fedora)

  • bluez-utils-2.25-4
  • bluez-libs-2.25-1
  • bluez-pin-0.30-2

sebenarnya selain bluez masih banyak juga protokol yang lain seperti BlueDrekar, dan openBT.

2. untuk antar muka dengan penggunanya pake OpenObex

  • openobex-apps-1.0.0-10
  • openobex-1.1-1
  • openobex-devel-1.1-1

paket-paket lainnya bisa aja di tambahin. Siapa tahu suatu saat diperlukan, kan tidak usah install lagi. Beberapa paket tambahan tersebut adalah:

  • bluez-hcidump
  • bluez-bluefw
  • bluez-libs-devel
  • bluez-firmware
  • bluez-hciemu
  • gnome-obex-server dan gnome-bluetooth-manager
  • kdebluetooth

kalo mau tahu paket-paket diatas bekerja di layer berapa, lihat aja abstraksinya di bawah ini. Ada banyak paket yang lain yang harus diinstall untuk kebutuhan lainnya.

scema bluetooth

menjalankan service bluethooth

edit file konfigurasi di /etc/bluetooth/hcid.conf pada bagian:

# PIN helper
#pin_helper /usr/bin/bluepin;

# D-Bus PIN helper
dbus_pin_helper;

menjadi

# PIN helper
pin_helper /usr/bin/bluepin;

# D-Bus PIN helper
#dbus_pin_helper;

sebenarnya bagian konfigurasi diatas untuk menentukan script yang akan di pakai untuk autentikasi pin waktu koneksi dengan bluetooth. Saya agak kesulitan menggunakan dbus_pin_helper, jadi pakai bluepin aja. Kemudian isi file /etc/bluetooth/pin dengan sembarang angka yang akan kita jadikanPIN/password dengan perintah berikut:

# echo “1234” > /etc/bluetooth/pin

setelah konfigurasi selesai kita jalankan servicenya. untuk menjalankan service bluethooth di Fedora core atau redhad:

# hciconfig hci0 up
# /etc/init.d/bluetooth start

“Case Study” Transfer File dari Handphone ke PC dan Sebaliknya

Bluetooth menggunakan beberapa channel untuk tiap layanan/service yang disediakan. Untuk melihat service apa yang tersedia beserta channel yang digunakan perintah (pastikan perangkat bluetooth di handphone telah diaktifkan):

[pujangga@talenta ~]$ sdptool browse
Inquiring . . .
Browsing 00:16:20:4E:6D:F0 . . .
Service Name: Dial-up Networking
Service RecHandle: 0x10000
Service Class ID List:
“Dialup Networking” (0x1103)
“Generic Networking” (0x1201)
Protocol Descriptor List:
“L2CAP” (0x0100)
“RFCOMM” (0x0003)
Channel: 1
Profile Descriptor List:
“Dialup Networking” (0x1103)
Version: 0x0100
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . . . . . . . di potong. . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

untuk melakukan transfer file dari handphon ke PC, kita akan menggunakan channel 10. dengan menggunakan openobex yang telah kita install sebelumnya. Perintah yang digunakan untuk mengkondisikan PC sebagai penerima file yang dikirim dari ponsel adalah obex_push <channel>.

[pujangga@talenta ~]$ obex_push 10
Send and receive files through bluetooth OBEX PUSH channel 10
OBEX Object Push service registered
Waiting for files . . .

sampai disini komputer akan menunggu kiriman file dari handphone. Dan tentu saja langkah berikutnya kita harus mengirim file yang ada di handphone kita dengan bluetooth. Biasanya dilakukan dengan cara membuka file yang ada di HP kemudian pilih opsi send with bluetooth. Setelah proses pengiriman file selesai, di komputer kita (terminal) akan muncul pesan sebagai berikut:

. . . . . . . HEADER_LENGTH = 8886
Filename = Peacock Feathers.jpg
Wrote /tmp/Peacock Feathers.jpg (8886 bytes)

dan file yang telah dikirim ke PC akan di simpan di /tmp/nama-file.jpg. Sedangkan untuk mengirim file dari komputer ke handphone menggunakan perintah obex_push <channel> <alamat hardware> </path/to/file.mp3>. Misal (pastikan perangkat bluetooth di handphone telah diaktifkan):

[pujangga@talenta ~]$ obex_push 6 00:16:20:4E:6D:F0 /mnt/audio/Hadiid-str.MP3
Send and receive files through bluetooth OBEX PUSH channel 6
name=/mnt/audio/Hadiid-str.MP3, size=47 99648
…………………………………….
PUT successful

akhirnya selesai dech! Capek juga sih tapi puasnya itu lho… yang membuat ketagihan. Hehe bisa-bisa efek dari keseringan bermain dengan pinguin seperti narkoba. Bedanya kita gak bakalan sekarat bila over dosis.