Shalat Kita Beda???

shalat kita beda????!!!

semalem ngobrol masalah agama dengan temen-temen kos, gak ada yang mengkoordinir arah obrolan mau di bawa kemana tapi tahu-tahu udah lumayan jauh membicarakan masalah sholat. permasalahan yang dibahas sih sekedar perbedaan-perbedaan yang sering kita jumpai kalo kita solat dimasjid seperti bacaan Iftitah yang di pelankan, do’a qunut, dll. perbedaan-perbedaan tampak begitu jelas di Yogyakarta yang penduduknya datang dari mana-mana, tentu juga basic keislamannya berbeda-beda. dulu waktu di madura hampir semua orang solatnya sama ( orang madura nih!) karena basis mereka NU (Nahdlatul Ulama).

bicara tentang “warga negara NU” nih ada sebuah anekdot untuk orang yang begitu fanatik dengan ke-NU-annya. bila orang NU bertemu orang luar, misalnya orang muhammadiyah ( karena yang mereka tahu cuma ada NU dan Muhammadiyah aja ), dengan percaya diri yang amat tinggi orang NU akan bertanya: “kamu orang Islam apa Muhammadiyah?”. yah begitulah kondisi umat islam saat di indonesia ini, bukan maksud saya untuk menghina orang-orang Nahdhiyyin, tapi sekedar sebuah gambaran masyarakat muslim di Madura dimana saya dilahirkan. Di madura orang yang tidak pernah sholat rela mati untuk membela seorang kyai (walau mungkin belum jelas kyai tersebut benar atau salah). semoga anekdot tersebut tidak benar-benar terjadi.

kembali ke bahan obrolan malam di pojok kosku, di belakang saphir square, kian lama kian memuncak dan akhirnya mereda. biasa bagaikan sebuah film ada klimaks dan anti klimaksnya, tapi ini salah satu “film” yang tidak menganut aliran heppy ending alias masih banyak menyisakan banyak tanda tanya dikepala temen-temenku. satu hal yang membuatku sedikit lega (entah temenku yang lain…) diakhir acara aku sempat merekomendasikan buku “Sifat Shalat Nabi” karya Muhammad Nasyiruddin Al-Banni. sebuah buku lama yang menghiasi rak bukuku dengan selimut debu yang cukup tebal.

satu hal yang bisa saya ambil pelajaran dari buku tersebut. solat kita yang telah lama kita pelajari di bangku-bangku sekolah, buku-buku panduan shalat singkat yang banyak beredar disekeliling kita ternyata begitu berbeda dengan tuntunan shalat yang tertuang dibuku tersebut. salah satu alasan yang di jelaskan oleh penulis mengapa shalat kita bisa berbeda disebabkan oleh acuan umat muslim dalam beribadah yang hanya mengacu pada empat mazhab saja. ditambah fanatisme golongan yang tidak mau terbuka dengan golongan yang lain. katkan saja banyak penganut mazhab syafi’i tidak bisa menerima madzhab hambali dan lainnya begitu pula sebaliknya.

pertanyaannya adalah bagaimana dengan orang-orang yang hidup sebelum keempat imam mazhab tersebut dilahirkan. mereka tidak pernah tahu tentang adanya mazhab, golongan dan semisalnya. apalagi fanatik dengan NU atau Muhammadiyah, toh keduanya hanya organisasi yang tidak jauh berbeda dengan organisasi yang lain. mungkin ini juga yang merupakan salah satu penyebab kemunduran islam saat ini. wallahu’alam.

ini hanya sekedar celotehan iseng yang mencoba untuk ikut serta memikirkan umat dien ini. meski tak begitu menghiasi cakrawala ilmu yang tertuang diantara langit dan bumi, setidaknya mampu mengusik hati dan pikiranku untuk kembali memilah antara yang benar dan salah di perbaikan diri tiap saat. ingat hanya orang yang menjalani hari ini dengan lebih baik dari pada hari kemarin yang bisa dinyatakan sebagai orang yang beruntung.

4 thoughts on “Shalat Kita Beda???

  1. Gimana ya…kalo ngomongin masalah ini memang g ada habisnya, daripada “mumet”, kita balikin lagi aja ke hati kita masing-masing, apakah dlm melakukan solat hati kita, raga kita, pikiran kita sudah sepenuhnya berserah diri???

    Btw, kiyut juga blog nya, tp mana foto2ku, tiap angkatan ditampilin dong…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s