Membajak Menghambat Dakwah

Kalau kita pikir lebih sederhana lagi, tentang fenomena membajak di negeri ini, kita akan sampaipada kesimpulan bahwa membajak tersebut menghambat dakwah kita sebagai seorang muslim. Pernyataan ini bisa saja merupakan penjelasan bebas saya mengenai pernyataan klasik seperti “membajak menghambat kreativitas” dan pernyataan-pernyataan sejenis lainnya.

Bayangkan saja misalnya sebuah buku yang ditulis oleh Harun Yahya (hehe… baru aja beli nih) di bajak. Bisa saja Harun Yahya ikhlas bukunya di bajak demi kepentingan dakwah, bahkan ia tidak peduli karena ia menulis demi kebenaran yang ia yakini dan ia juga percaya kalau rezeki sudah ada yang mengatur dan bisa datang dari mana saja.

Berharap bukunya laris sih pasti karena itu manusiawi meskipun termasuk prioritas nomer sepatu (mengambil istilah nomor urut calon legislative yang bernomor besar). Tetapi seandainya buku yang ditulis tak kunjung membuahkan hasil secara finansial, bisa saja ia berubah profesi karena ia merupakan suami dan ayah yang baik bagi istri dan anak-anaknya. Apalagi biaya yang dibutuhkan untuk riset sangat tinggi. Ya setidaknya butuh uang untuk membeli buku sebagai bahan referensi.

Nah sekarang coba kita pikirkan para penulis atau para pengembang CD interaktif yang sekarang banyak kita jumpai, juga pembuat software atau karya apa saja yang semisal dengan hal itu. Jika karya-karya mereka dibajak dan mereka tidak mendapatkan financial yang layak dari karya tersebut, suatu saat pasti beralih profesi.

Dari dua contoh diatas, akhirnya bisa disimpulkan bahwa benar juga tuch pembajakan dapat menghambat kreatifitas, juga menghambat laju dakwah bagi para da’i yang media dakwahnya lewat tulisan (buku) atau CD. Kesimpulan ini hanya di buat sekedarnya dengan pola pikir yang sederhana. Kalo ada yang ingin melakukan penelitian lebih lanjut monggo…

4 thoughts on “Membajak Menghambat Dakwah

  1. kmaren2 sempet heboh ttg blog yg di bajak..
    klo aku sih dengan seneng hati blog aku di bajak, biar amal2 dalam blog aku bisa tersebar meluas😀
    klo blog sih emang cuma semacam selingan, apalagi dibuat di web gratisan, jd ya nothing to lose klo blog di bajak..

    tapi klo hasil karya spt buku, CD dan laennya yg di bajak..
    ya emang gak etis juga..

    …hidup di endonesia mesti kreatip…
    dan membajak adalah perbuatan kreatip..🙂

  2. bahkan ada temen yang mencari-cari alasan kalo buat belajar gak apa-apa. tetapai ada juga temn lain yang bilang: “masak kita berwudlu dengan air comberan”.

  3. Soal urusan bajak-membajak, memang betul yang ditulis di atas. Seorang penulis butuh uang untuk beli buku untuk referensi, riset, makan, ongkos bis kota, bayar listrik, bayar pulsa, kasi nafkah anak istri, beli baju yang udah pada sobek, dan sebagainya.

    Seperti halnya seorang programmer, yang butuh uang untuk beli komputer baru, bayar internet, bayar macam-macam biaya riset.

    Saya sendiri sebetulnya lebih suka jika tidak menggunakan software bajakan, namun apa boleh buat, kondisi finansial tidak memungkinkan untuk itu.
    Barangkali sebagai alternatif adalah dengan mendapatkan FOS (free Open Source) software.

    Kalau untuk urusan dakwah, ada juga tulisan-tulisan yang free (no charge) yang bisa kita dapatkan, misalnya dari bulletin jumat yang biasa banyak terdapat di masjid-masjid saat jumatan.

    Urusan finansial memang beda dengan urusan dakwah, tapi itu pasti berkaitan, seperti sudah saya tulis di bagian paling awal tulisan saya🙂

    Yang kita perlu cari solusinya adalah bagaimana agar pembaca mendapatkan buku murah/gratis, sementara penulis tetap dapat melanjutkan profesinya🙂

  4. Ping-balik: Rendahnya Penghargaan Masyarakat Akan HAKI Memasung Kreatifitas « Ruang Dan Waktu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s