Bagaimana kata-kata Dapat Mempengaruhi Seseorang?

masalah perkaderan bukanlah masalah baru. bahkan berbicara mengenai masalah ini mungkin sudah sangat menjemukan dan tidak menarik lagi untuk dibicarakan. saya tidak akan berbicara tentang berbagai masalah yang dihadapi oleh berbagai organisasi yang ada karena berkenaan dengan perkaderan atau regenerasi karena seperti yang saya katakan ini sangat membosankan. saya hanya akan memberikan contoh yang mungkin dianggap biasa bagi kebanyakan orang, tetapi tidak untuk diri saya .

saat awal kuliah, saya tertarik untuk mengikuti organisasi kemahasiswaan yang ada dikampus. katakan saja organisasi x, dengan semangat yang menggebu-gebu yang disebabkan identitas yang saya sandang sebagai mahasiswa baru ditambah dengan masih banyaknya waktu luang. saya mendaftarkan diri untuk menjadi bagian dari organisasi x tersebut. pendaftaran di buka selama dua minggu untuk acara makrab anggota baru di kaliurang. dan saya adalah orang yang pertama mendaftar. tiga hari setelah mendaftar, di sore hari, dari pada bengong di kamar kos saya coba untuk mengunjungi sekretariat organisasi x yang berada tidak jauh dari kampus tempat saya kuliah. tidak ada keperluan sama sekali, hanya sekedar mengisi waktu luang atau mencari teman baru. ya.. hanya sekedar main-main belaka.

tiba di sekretariat terdapat dua orang yang tidak saya kenal menyapa dengan santun: “cari siapa mas?”. pertanyaan ini membuat saya agak kikuk dalam waktu beberapa detik namun begitu jelas kalau saya gelisah. saya tidak bisa menjawab karena memang saya tidak mencari siapa-siapa. dan akhirnya untuk mengatasi keadaan saya menjawab apa adanya kalo saya hanya ingin sekedar nongkrong. kedua orang tadi pun menerima saya dengan tatapan penuh tanya (mungkin karena kota besar, jadi tidak mudah percaya) namun tidak lama kemudian mereka begitu welcome setelah tahu kalo yang berada di depannya adalah mahasiswea baru. calon kader katanya.

mertanyaan yang diajukan kedua orang tadi adalah hal yang biasa-biasa saja dan mungkin bila saya berada di posisi dia saya akan bertanya seperti itu juga. tetapi pertanyaan tadi begitu berbeda bila dilihat dari sisi orang yang dijawab. seperti posisi saya pada saat itu. bingung mau jawab apa. bagi anda mungkin berbeda bila berada di posisi saya saat itu. bisa saja anda akan menjawab nama seorang yang anda kenal saat mendaftar tiga hari yang lalu. bila yang anda sebut berada di sekretariat, anda beruntung, namun bila nama yang disebutkan sedang tidak ada, maka anda akan langsung pulang ke kos-kosan. bila pertanyaan-pertanyaan seperti ini dialami dengan intensitas yang cukup tinggi. bisa saja tanpa anda sadari anda akan menjauh dari organisasi x yang awalnya anda begitu berhasrat untuk menjadi bagian dari organisasi tersebut.

hal yang lebih aneh lagi bagi saya, ketika enam bulan berlalu. saya sudah mengenal seluruh mahsiswa yang aktif diorganisasi x dan juga orang orang yang tinggal/menetap di sekretariat. selama enam bulan ini saya hanya aktif mengikuti kegiatan yang diadakan, dan belum menjadi pengurus. karena suatu hal, dalam dua bulan terakhir organisasi x tidak pernah mengadakan kegiatan dan saya pun jarang sekali bertandang kesekretariat karena memang tidak ada kegiatan yang mesti saya ikuti. karena sudah lama tidak bertemu teman-teman di organisasi x rasa kangen juga muncul dan saya putuskan untuk sekedar main kesekretariat. tiba di sana sekretariat tampak sepi. saya mengucapkan salam dan ternyata ada yang menjawab salam dari dalam kamar yang diikuti dengan teriakan: “siapa?”, saya sebutkan siapa diri saya dan masih dari dalam kamar sambil berteriak: “Oh… habibi toh, cari siapa bi?” pertanyaan itu muncul kembali dan membuat saya terdiam karena agak malas untuk menjawab, sekaligus memaksanya untuk keluar. akhirnya ada juga yang keluar menemui saya dan dengan sambuatan yang hangat ia berkata: “hai bi, ada perlu apa? disini lagi sepi, pada pergi semua”. kerena memang tidak ada keperluan, saya menjawab: “hai.. jhon, pada pergi ya?! ya sudah aku pulung dulu ya!”. “lo.. gak main dulu nih?!”, jawabnya. sambil berjalan dan sedikit berteriak saya kembali menjawab:”gak ah. kapan-kapan aja”.

sekali lagi saya katakan bisa saja berbeda bila anda berada pada posisi saya saat itu. saya cuma mencoba untuk mengatakan bahwa banyak sekali kata-kata yang kurang tepat bisa mempengaruhi diri kita. banyak kalimat yang tanpa kita sadari dapat membuat semangat kita menurun dan begitu pula sebaliknya. contoh lain, coba katakan pada seorang teman putri anda kalau bajunya agak kusam atau ia tampak lebih gemuk dengan baju itu, dan silahkan perhatikan pengaruh ucapan anda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s