Untuk Sahabat

Tiba-tiba saya punya inspirasi untk memberikan hadiah pada beberapa orang. ya hitung-hitung buat bahagiakan temen-temen yang sedang merayakan hari istimewanya. memberikan hadiah juga tidak dilarang malah dianjurkan oleh muhammad SAW. tetapi ide itu datang pada saat yang kurang tepat. kalau cuma satu orang yang ingin saya kasih hadiah bukan masalah besar, tetapi ini untuk banyak orang. keuangan saya saat itu menipis dan tampaknya ide itu hanya akan menjadi ide yang esok hari akan sirna.
saya sudah berpikir untuk membatalkan ide saya, untuk mengungkapkan rasa agak kecewa saya ungkapkan pada beberapa teman yang saat itu sedang ngobrol bareng. ada yang memberi usul untuk ngasih bolpoint, ada juga usul-usul murah tapi kurang prestisius. tetapi dari hasil obrolan tersebut muncul juga ide yang lumayan bagus, buat souvenir ala pesta pernikahan tapi harus bisa berguna. tidak hanya cantik, habis itu menghiasi tempat sampah. dan akhirnya pilihan jatuh pada buat bingkai foto dari bahan dasar pelepah pisang.
keesokan hari-nya, dengan berat hati akhir saya melangkah juga buat belanja barang kebutuhan di pasar Bringharjo. kalo gak sedikit dipaksa sama teman saya, mungkin gak jadi. setelah belanja saya cerita sama teman-teman yang lain wah ternyata mereka cukup responsif, ada yang bantu beliin snack, ada yang ngasih bunga-bunga dan biji-bijian buat menghiasnya, ada yang ngasih karton, kertas kado, dll padahal aku cuma bilang mau ngasih kado massal dan gak minta mereka buat nyumbang. ya syukurlah! nich hasilnya.

binkai foto

dan tulisan yang nongkrong di bingkai foto:

Aku tidak bisa menghiasi langitku karena ia terlalu tinggi bagiku, juga karena disana ada jutaan bintang yang terus berlomba kalahkan indahnya bulan. tapi kau! terbanglah tinggi kawan, hiasilah kedalaman ilmu yang bertebaran dilangit dunia. dan meski jauh, kau kan tetap bahagiakan setiap mata yang memandang. ini adalah kata hatiku yang saat ini harus kuungkapkan. karena mungkin esok sudah amat terlambat. dan kaupun terbang jauh menggapai asa.

juga:
Aku hanyalah sampah dengan susah payah menghias diri agar memikat setiap mata yang memandang, dan terus berusaha temani sahabat meski dengan diamku, dan terus berharap hiasi dinding kamar yang menawan. Tetapi pelepah dengan mudah kau campakkan, mudah kau lupakan, dan tak pernah pantas bersemi indah di lubuk hati tuannya. Namun meski sampah kini kian membusuk, ia takkan pernah lupa saat-saat temanimu dalam canda tawa dan tangismu.

yang terakhir, nih para contributornya:
Edi yoga S.“ogut” terimakasih atas bantuan idenya, bunga-bunga, lem dan waktunya untuk berbelanja di bringharjo juga tenaga yang disumbangkan. nurmeiwati terimakasih sumbangan karton, dan kertas kadonya. fandi addiatama & ida fitria, terima kasih atas tempat yang telah disediakan, dan buah duku-nya yang sempat hilangkan kantuk. fredika giri H., trims telah temani malam-malam saat melakukan finising. widiatmaka, thank to your smart joke, yang hilangkan kebosanan di malam yang penuh kejenuhan. bang andro thank to your creation. mas yan, roni, rahmat, wati, dan pak budi. diskusi kala itu membuatku terinspirasi untuk mewujudkan hadiah ini. buku-buku yang temani aku dalam kesepian. dan siapa saja yang telah memberikan kontribusi secara langsung ataupun tidak langsung dalam mewujudkan hadiah ini. dan maaf juga kalau aku lupa menyebut nama kalian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s