KEMANA PIKIRAN KITA AKAN KITA BAWA

Dunia memang terdiri dari dua sisi yang berlawanan. Sebut saja misalnya ada barat dan timur, laki-laki dan perempuan, baik dan buruk. jadi memang benar bahwa segala setu diciptakan berpasang-pasang (pasanganku siapa ya?? hehe…_). Saat rajin mendengarkan ceramah sebelum shalat Tarawih dibulan ramadlan yang belum lama meninggalkan kita, teringat kata-kata sang khotib bahwa kebaikan itu akan membawa kita pada kebaikan yang lain, begitu pula dengan keburukan, ia akan lebih mudah menyeret kita pada keburukan pula. Pokoknya inti ceramah waktu itu ya sepert itu, ada dalil-dalil pelengkapnya juga, tapi aku lupa, maklum mendengarkannya sambil melamun kali, eh aku juga lupa waktu itu melamun apa tidak.
Kembali ke isi ceramah tadi, contoh yang sering di tayangkan di televisi bahwa seorang tukang becak naik haji karena sering berinfak. Untuk contoh yang buruk biasanya digambarkan bahwa ada seorang ahli ibadah yang ingin meningkatkan ketakwaannya dengan meminum minuman keras. Ia pikir dengan melakan hal semacam itu, ia akan merasa amat berdosa, kemudian ia kan meningkatkan ibadahnya agak kelak dosanya diampuni. Namun kenyataan yang didapat begitu berbeda. setelah ia minum dan mabuk berat, ia juga menzinahi seorang perempuan dan membunuh. akhir cerita orang tadi tetap berada dalam keterpurukan yang diawali oleh perbuatan dosa.
Dalam memandang hiduppun pikiran kita dihadapi oleh dua pilihan yang bertolak belakang, yang pertama memandang hidup dengan pandangan dingin, pesimis, berat dan pandangan-pandangan buruk lainnya tentang hidup ini. Sedangkan disisi lain kita bisa memilih untuk memandang hidup dengan indah, penuh rasa antusis yang tinggi, optimis, menantang dan mengasikkan, serta pandangan-pandangan lain yang mengarah pada kehidupan yang bahagia.
Bagaimana kita mamandang hidup kita adalah pilihan kita sendiri, baik kita sadari atau tidak. Namun mungkin sebagian orang yang tidak sadar dalam memilih jalan hidupnya menganggap bahwa semua itu adalah takdir yang telah ditentukan dan tidak mau bisa berubah.
Suatu saat, karena suatu hal saya dimarahi dosen saya. Menghadapi hal semacam ini kita dihadapi oleh dua pilihan dalam menyikapi kemarahan dosen tadi. Bila kita mengatakan pada diri kita bahwa kemarahan dosen adalah suatu hal yang buruk, otak kita akan merespon dengan buruk pula dan menyeret kita untuk cenderung melakukan hal yang buruk seperti memaki-maki dosen tersebut setelah keluar dari ruang dosen, menjelek-jelekkannya didepan mahasiswa atau hal buruk lainnya. Berbeda kalau kita memilih yang baik-baik dari kemarahan dosen tadi. Keluar dari ruang dosen dengan wajah yang sumringah, sadar kalau itu demi kebaikan kita dan tiba-tiba terlintas dalam benak kita: “mungkin dosenku sedang banyak masalah, kirim parsel ah.., mumpung susasana lebaran”.
nah… sekarang mau dibawa kemana pikiran dan hati kita? masak buat mikir yang ngeres-ngeres buruk-buruk terus. Sayang donk!

3 thoughts on “KEMANA PIKIRAN KITA AKAN KITA BAWA

  1. kemana fikiran qt akan di bawa ? so pasti ke yang baik en positif dunk….
    how ???? pake rumusnya ust. Basuki ( siapa tu?? ). kata pak ustaz pake aja Kecerdasan Hati ( apan tuh??). Dijamin suasan hati yg bete, akn menjadi fresh………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s