Sore Hari Di Sebagian Yogyakarta

Sore tadi , 29 Januari 2008, dari jam dua siang mencoba menikmati suasana jogja dengan bersepeda. Hanya untuk menghilangkan rasa suntuk saja sekaligus sebagai pengganti refreshing yang murah meriah. Niatnya memang hanya jalan-jalan, jadi tidak dikejar waktu dan dalam suasana yang santai meski sedikit terganggu juga dengan suara mesin kendaraan dan asap knalpot. Habis susah sekali kalo mau cari suasana yang benar-benar fresh. Namanya di kota, ruang publik memang agak susah dicari. Kalau ada, paling tidak begitu luas seperti di sekitas kampus UGM yang di setiap ujung jalannya terdapat pagar yang jarang sekali terbuka. Dengar-dengar karena kebanyakan orang Indonesia yang susah diatur. Kalau sekedar dikasih tulisan “kendaraan bermotor dilarang lewat!”, gak bakalan ngefek. Saya tidak bisa membayangkan seperti apa suasana transportasi di Jakarta yang katanya terkenal paling macet. Jangan-jangan pasien yang paling banyak bermasalah dengan paru-paru adalah orang-orang yang selalu bepergian menggunakan sepeda atau para pejalan kaki. Sebab kalau dipikir-pikir mereka itulah yang paling lama berada di jalan😦.

Siang itu suasana memang agak mendung. Agak terasa panas juga, tapi tidak terlalu membakar kulit layaknya siang hari di musim kemarau (memangnya sekarang musim apa. Kayaknya tidak seperti yang diajarkan waktiu SD dulu). Yang paling tampak terlihat adalah deretan konter-konter HP yang jumlahnya mungkin puluhan. Tampaknya bisnis HP dan pernak-perniknya lagi booming. Di toko klontong samping kos aja jual voucer isi ulang. Nah lo.., dua tahun lagi mungkin voucer isi ulang sudah kayak permen aja kali. Atau bisa aja kelak ada yang jual voucer keliling. Hehe. Selain itu beberapa toko baru juga bermunculan. Dengan berbagai macam jenis bisnis yang ditekuni. Mulai dari warnet, furniture, bank, dan lain-lain. Yang jadi pertanyaan kemana pengguna toko yang lama ya. Apa mereka gulung tikar. Atau pindah lokasi. Atau sebab yang lain. ah.., hidup memang susah ditebak. Kata pujangga, “hidup layaknya roda, kadang di atas kadang pula di bawah”. Sore tadi rasanya memang berbeda, meski rutenya hanya jalan Afandi (dahulu Jl. Gejayan) yang sering saya lewati dengan sepeda bermotor, tetapi rasanya seperti sudah lama tidak melalui
jalan tersebut. Yang pasti karena laju sepeda ontel tidak bisa secepat sepeda motor atau mobil, banyak hal yang bisa dilihat di sepanjang jalan. Jadi rasanya juga banyak yang berubah karena sebelumnya memang tidak diperhatikan. Tentu saja juga karena tidak dipikirkan.

Perjalan sore itu berakhir di toko buku Togamas. Rencananya cari Infolinux tapi kayaknya belum terbit. Inikan tanggal 29 Januari 2007 dan Infolinux biasa terbit tiap tanggal satu. “tapi itu kan hanya label yang tertulis di sampul majalahnya, biasanya sehari atau dua hari sebelum tanggal satu sudah nongol tuch”. Kata hatiku. “Ya.. mungkin besok atau lusa baru ada. Lagian tanggal satu masih tiga hari lagi. Bulan ini kan berkahir pada tanggal tiga puluh satu”.

Keluar dari Togamas bukan tidak bawa apa-apa. Saya beli buku Ganti Hati yang ditulis oleh Dahlan Iskan. Membaca buku itu rasanya enak, gak perlu banyak mikir, tapi juga mengesankan bahwa penulisnya memang orang yang hebat. Tidak hanya hebat dalam menulis hingga saya terkagum-kagum, namun lebih dari pada itu. Tidak bisa saya gambarkan seperti apa hebatnya karena saya susah memberi gambaran akan seseorang lewat tulisan. Maklum baru belajar menulis. Padahal kata pak Dahlan, salah satu indikator tulisan yang bagus adalah deskripsi yang kuat. Dipikir-pikir apa memang seperti itu cara penulis senior kalau menulis. Pantas saja ia berharap dengan hati yang baru, ia tidak perlu belajar menulis dari awal lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s