Tuliskan saja semuanya!

Banyak yang beranggapan kalau menulis itu karena bakat. Atau banyak juga yang beralasan kalau ia sedang tida memiliki ide untuk menulis. Wuih.., kalau alasanku karena malas saja untuk menulis. Terutama saat mencari waktu luang (ini juga karena males..he..). Bagiku, kalau hanya menulis tidak butuh yang namanya bakat atau keterampilan (kalau sekedar menulis lho..), kecuali untuk menjadi penulis profesional. Kalau untuk menjadi penulis profesional memang butuh banyak latihan dan kerja keras. Selain itu perlu juga banyak membaca untuk mempelajari berbagai style setiap penulis lain, terus.., trus.. pokoknya banyak dech saratnya. Intinya.., Untuk inti dan kesimpulan silahkan tuliskan sendiri karena seperti yang saya bilang, saya lagi tidak tahu kesimpulan apa yang mesti saya tulis dan apa inti dari tulisan saya ini. he.. he..

Sekali lagi tidak perlu punya ide besar untuk menulis, terutama menulis di Blog. Yang penting apa yang ada di kepala ditulis saja. Nyambung atau tidak urusan belakangan. Tetapi perlu diperhatikan juga agar tidak mengganggu orang lain. Kalau cuma dibilang tulisannya tidak berguna, lewat saja. Soalnya, meski bagi dia tidak begitu berguna, mungkin saja bagi pembaca yang lain sangat bermanfaat. Misalnya saja pembaca yang kurang percaya diri bisa termotivasi dengan membaca tulisan yang jelek ini. Saat ia mulai membaca dan menyadari bahwa tulisan ini buruk, akan terlintas di kepala orang orang tersebut, “Wuih.., dengan tulisan kayak gini aja ia berani mempublikasikannya. Mestinya saya lebih berani dari dia”. Tuh..kan!, tulisan jelek saya berguna bagi sebagian kecil orang. Kecil banget, sampai tidak kelihatan atau bisa dibilang tidak ada, ha..ha..

Jadi bila tulisan kita buruk, jangan berkecil hati kemudian tidak mau menulis lagi. Pengguna internet kan tidak cuma sepuluh dua puluh orang saja. Katakan saja seluruh pembaca mengatakan kalau tulisan ini tidak berguna. Setidaknya tulisan itu tetap berguna sebagai latihan. Tidak ada penulis besar yang karyanya langsung jadi best seller kan!?.

Kalau misalnya tidak tahu apa yang harus ditulis, itu masalah gampang. Anda tinggal nyalakan komputer, jalankan OpenOffice dan mulai menekan-nekan keyboard. Mudahnya, tuliskan saja:

“saya lagi bingung, tidak tahu apa yang mesti saya tulis di blog ini. Kucoba untuk berpikir dan terus berpikir, tapi yang namanya ide cemerlang itu tidak kunjung muncul di hadapanku. Sudah berkali-kali mencoba minta pendapat teman, tapi tak satupun menanggapi. Malah mereka juga bilang tidak punya ide, ada juga yang menjawab kalau ia tidak tahu mau ngapain. Luntang-lantung tidak jelas apa yang dikerjakan.

Apa mungkin karena kepalaku yang kecil penuh dengan rambut ikal yang gondrong sebagai penyebabnya? Rambutku yang tidak kutata dengan rapi dengan bebas mencaplok setiap daerah yang bisa dihuni hingga tidak ada lagi ruang untuk bernafas bagi ide-ide segar yang akan muncul disana. Bagaimana kalau kupotong saja rambut ini biar kepalaku jadi ringan. Atau dibotakin saja sekalian biar ide-ide itu kerasan menetap di kepala. Kalau mereka betah, mungkin mereka akan berkembang biak sehingga tidak susah lagi bagiku untuk memanen satu persatu ide yang muncul. Bila kelak ide-ide itu tumbuh subur, saya bisa menuangkannya dalam tulisan agar setiap orang bisa menikmati. Akan kupilih ide-ide yang sudah matang dan kubiarkan yang baru tumbuh agar kelak ia lebih matang. Bila ide yang sudah matang telah habis, yang mentah pun kan kupetik, dan dengan sedikit bumbu pasti lebih menggiurkan. Lihat saja tuh sate kambing lebih enak yang kambing muda.

Andaikan saja suatu saat kepalaku sudah tidak bisa menampung ide-ide yang beranak-pinak dan berkembang dengan liar, akan kupindahkan sebagian otakku ke dengkul (ups..). Selain memberi suasana baru bagi ide-ide baru, pindahnya otakku bisa memberi keberuntungan lain. Saya tidak akan kena kanker di kepala, atau andaikan saja suatu saat saya mengalami kecelakaan yang begitu parah hingga kepalaku terbelah, aku masih bisa selamat. Kan sudah pindah (hehe..)”.

Tuh.., bisa kan aku menulis. Jadi jangan banyak alasan untuk tidak menulis. Sejak kecil dikampanyekan untuk rajin membaca. Masak sekarang juga rajin membaca. Tidak berkembang tuh namanya. Mestinya kita sudah selangkah lebih maju dengan rajin menulis. Kalo tetap tidak bisa menulis, tuliskan saja yang ada disekeliling kita, apa yang kita lihat, kita rasakan, atau yang sedang kita lakukan, bahkan tuliskan saja kalau anda sedang menulis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s