Rambut Baruku

Rasanya selalu pengen ketawa kalo aku lagi ngaca. Melihat rambut baruku yang sudah bertahun-tahun tebal dan panjang, kini hilang begitu saja. Rasanya begitu aneh, angin yang lewat begitu terasa melintas disela-sela rambut, diatas telinga, dan di leher bagian belakang yang biasanya tertutup oleh rambut. Kepala ini juga terasa ringan, tanpa beban. Yah… semoga saja kepalaku kini lebih berisi ide-ide yang cemerlang daripada dipenuhi oleh rambut yang panjang, atau dengan ringan menerima perbedaan seringan yang kurasakan saat kepalaku tak berhiaskan mahkota. Bersamaan dengan sejuknya semilir angin yang lewat di sela-sela rambutku kuharap juga aku bisa sedingin itu dalam memaafkan setiap kesalahan.

Dulu saat masih kecil, sering sekali rambutku sependek ini. Saat-saat duduk di bangku Aliyah juga juga tidakpernah panjang. Namun karena masa itu sudah begitu lama terlewati, rasanya jadi berbeda. Dulu tidak begitu terasa bedanya karena memang belum pernah berambut gondrong, tapi setelah mencoba dengan sekian tahun lamanya memelihara rambut, kini saya bisa tertawa sendiri melihatnya. Gambarannya, bayangkan saja bertahun lamanya anda tidak pernah pulang kampung, pasti rasanya berbeda setelah sekian lama pergi, tiba-tiba anda berada di tanah kelahiran yang telah membesarkan anda bersama keluarga.

8 thoughts on “Rambut Baruku

  1. elek banget om…sing elek rambute kuwi,tp ketoke rambute cen sering berdoa wong ngadeg terus kakakakakaa…..piss om…

    awassss balonnnnnnnnnnnnnnn

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s