Teknologi dan Kepekaan Sosial

Internet bagai pedang bermata dua, satu sisi bisa begitu bermanfaat namun disisi lainnya bisa bermasalah. Tidak begitu berbeda dengan internet, teknologi secara umum bisa memberi manfaat yang begitu besar dan bisa memberi madhorat bagi penggunanya. Oleh karena itu tidak ada yang mengharamkan teknologi penyiaran seperti televisi atau pun radio. Tidak ada pula ulama yang mengharamkan internet atau nuklir. Semua itu dikembalikan kepada manusia sebagai pengguna teknologi. Dan sebenarnya hitam dan putihnya teknologi bukanlah hal baru di dunia ini, karena secara fitrah dunia ini memiliki dua sisi, gelap dan terang. Bagai sebuah rumah, bila ia digunakan untuk perbuatan yang tercela maka rumah tersebut tidak mendatangkan manfaat dan begitu pula sebaliknya.

Disamping dua sisi teknologi, terdapat sisi yang kurang disadari oleh sebagian besar umat ini. Meski sebenarnya sisi ini tidak terlepas dari hitam dan putih yang saya utarakan di depan. Hanya saja sisi ini agak kabur dan tidak tersekat secara jelas. Sisi ini banyak berbicara dalam esensi dari sebagian ibadah kita yang dipermudah oleh keberadaan teknologi, khususnya bentuk ibadah yang sosial oriented. Ibadah-ibadah sosial seperti berbagai layanan infaq dan sadaqah bahkan zakat yang bisa dengan mudah dibayar melalui mesin ATM. Teknologi benar-benar mumbuat hal semacam ini begitu mudah dan praktis, namun esensi dari sadaqoh tidak didapatkan melalui mesin ATM.

Tujuan utama yang diajarkan oleh rasulullah adalah kedekatan kita dengan para dhu’afa, ikut merasakan kepedihan yang mereka alami, dan agar membekas dalam sanubari rasa cinta dan persaudaraan yang senantiasa terjalun penuh mesra. Tapi bila para muzakki dan orang-orang yang berhak menerimanya tidak pernah saling bertemu apalagi bertegur sapa dari arah manakah tautan hati akan terjalin. Bagaimana orang-orang kaya bisa merasakan pedihnya kelaparan bila mereka hanya duduk di depan komputer sambil chating dan browsing, kemudian hanya dengan klik sana klik sini infaq dan sadaqah telah sampai pada rekening lembaga amil zakat.

Bukan saya alergi terhadap teknologi. Hanya saja ingin mengingatkan kepada diri saya bahwa memberi saja tidaklah cukup. Sesekali perlulah kita melihat dengan kepala mata sendiri serta serta bersapa mesra dengan mereka agar persaudaraan yang kita jalin berdasarkan ukhuwah kian erat. Amin..3x.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s