OOP Untuk Orang Lugu

Pendahuluan

Mungkin karena kapasitas saya yang memang butuh effort untuk mempelajari hal baru, sehingga butuh banyak referensi yang harus saya baca dalam memahami OOP. Dari banyak referensi yang saya punya, rata-rata mereka menjelaskan paradigm object layaknya object yang ada di dunia nyata. Secara teori sih benar, begitu pula dalam implementasinya. Hanya saja hal ini membingungkan bila dijelaskan kepada orang yang memiliki kemampuan biasa-biasa saja, atau setidaknya membingungkan bagi diri saya.

Dari buku yang pertama, saya langsung paham yang dimaksud OOP itu seperti apa. Begitu pula setiap contoh permisalan yang ada pada dunia nyata, hingga contoh-contoh yang ada pada buku yang ketiga dan keempat saya lewatkan karena bosan.

Masalah saya waktu itu adalah bagaimana menerapkan teori-teori yang ada dalam bentuk kode. Kalau hanya menggambar manusia, mobil, hewan, dan hal lain disekitar kita itu mudah dilakukan. Tapi mendesain sebuah object untuk membangun aplikasi benar-benar menguras tenaga. Memang tidak ada kata salah dalam mendesain object, tapi bila object ini dibuat asal-asalan, kelebihan reusable dalam sebuah object menjadi tidak begitu berarti.

Tulisan ini hanyalah salah satu catatan kecil saya tentang bagaimana saya belajar akan suatu hal dari cara pandang saya sendiri. Tulisan ini juga sebagai pengingat bagi saya agar tak pernah takut menjadi diri sendiri. My style, my live.

Apa itu OOP ?

Next time…

One thought on “OOP Untuk Orang Lugu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s