What Are We Really Needed?

Seorang wanita muncul dihadapanku dan bercerita banyak hal tentang masalah yang dia hadapi. Belum lama ini ia tanpa sengaja mengunjungi facebook.com dan mendapati bahwa kekasihnya memiliki teman perempuan lebih banyak daripada teman laki-laki dibagian friends di facebook.com tersebut. Ia merasa tidak nyaman dan mencoba mengkomunikasikan dengan kekasihnya. Tentu saja tidak dengan wajah sumringah.he3x…

Kini percikan api yang amat kecil, bahkan bukan berarti apa-apa bagi orang lain, menjadi besar dan hubungan yang telah dibina terancam binasa. Dan saya, tentu saja hanya sebagai teman ngobrol dan pendengar yang baik tentunya🙂.

Yang muncul dalam dalam benak saya ketika itu, mengapa mereka terjebak terhadap hal-hal yang seperti itu. tidakkah mereka berpikir, apa yang sebenarnya ia butuhkan dan harapkan dari pasangannya. mungkin saja yang perempuan hanya ingin sedikit perhatian, dan yang laki-laki hanya butuh sedikit kelonggaran. Hemm.., siapa yang tahu!?

Masalah serupa tapi tak sama. Bila saya sedang membangun rumah dan suatu ketika saya ingin mempercepat proses pembangunan rumah tersebut, Tentu saja yang akan saya lakukan adalah menambah tukang bangunan yang membangun rumah saya, bukan menambah mandor yang hanya mengawasi kerja tukang. Menambah mandor tidak akan mempercepat proses penyelesaian rumah tersebut. Kecuali jika pembangunan rumah ini dilakukan pada jaman penjajahan, yang setiap atasan bisa berbuat apa saja terhadap bawahannya. Termasuk memaksanya bekerja dua puluh empat jam sehari. Atau mandornya adalah orang yang begitu baik sehingga mau bersanding bersama tukang, menata bata dan mengaduk semen, serta mengerjakan banyak hal yang semestinya diselesaikan oleh tukang (Tapi kayaknya yang seperti itu bukan mandor namanya. Tapi mandor merangkap tukang).

Dalam kasus pembangunan sebuah rumah seperti yang saya contohkan diatas, mungkin anda tidak akan mengira kalau banyak orang  justru memilih untuk menambah mandor dari pada tukang. Banyak persoalan tidak dapat diselesaikan justru karena para pengambil keputusan tidak tahu apa yang sebenarnya mereka dibutuhkan. Masih tidak percaya? Gambar dibawah ini mungkin bisa meberikan penjelasan yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s