Coding style and Standard

saya sedang mengerjakan beberapa project aplikasi untuk sebuah perusahaan multinational. Dalam mendevelop aplikasi, perusahaan ini menggunakan sebuah framework untuk menjaga agar setiap developernya tidak menggunakan gayanya masing-masing. selain itu, sebelum aplikasi release ke test, terdapat code review session untuk memastikan kualitas code yang dibuat sekaligus memastikan aplikasi yang dibuat benar-benar menggunakan standard yang telah ditentukan sebelumnya.

Jika kita membuat sebuah aplikasi sendirian, kita bisa membuat code sesuai dengan style kita sendiri. tetapi bila bekerja dengan orang lain, pengunaan standard sangat membantu dalam menyelesaikan aplikasi yang sedang dibuat. Tetapi satu hal yang menurut saya sangat sulit distandarisasi. Yakni cara berpikir, dan cara setiap orang menyelesaikan masalahnya. Dalam menghadapi masalah yang sama, setiap orang memiliki cara penyelesain yang berbeda. Misalkan diminta untuk menentukan dua bilangan bulat yang bila keduanya dijumlahkan maka akan menghasilkan nilai sepuluh. Jawaban dari persoalan tersebut tentu saja beragam. Banyak jalan menuju roma kata pujangga. Meski demikian, tidak sedikit masalah  yang hanya bisa diselesaikan dengan satu cara.

Karena banyak cara menyelesaikan masalah, maka dibuatlah sebuah standard yang bisa diterima oleh banyak orang. Katakan saja sebuah siklus proses CRUD (Create, Read, Update, and Delete) harus mengikuti standard yang ada agar mudah dipelajari oleh orang lain. Termasuk juga style dalam penulisan code, nama variable, dll. Standard ini mestinya berkembang sesuai dengan permasalahan-permasalahan yang ditemukan dikemudian hari beserta cara penyelesaiannya.

Terdapat banyak sekali coding standard yang ada saat ini. Jika tertarik untuk mempelajarinya mungkin bisa memulai dari Wikipedia.

Facebook Privasi Aman Buat Selingkuh?

Waktu login ke facebook pagi ini aku baru sadar kalo kita bisa tentuin temen-teman yang bisa baca Wall dan kepada siapa wall yang kita tulis di sembunyikan, Maklum jarang sekali facebook-an. Sebagai contoh, saya bisa ungkapkan rasa cinta kepada istri tanpa di ketahui tetangga yang kebetulan jadi friend di Facebook.



Gambar di atas adalah screenshoot untuk mengatur privasi dari wall yang kita tulis. Dengan adanya fitur ini kita tetap bisa pake facebook tanpa harus merasa berdosa karena tidak perlu pamer kemesraan dengan istri/suami didepan teman kantor yang lagi sendiri. Tapi ya jangan disalah gunakan. Bila ini digunakan untuk hal-hal yang buruk, pasti akan berakibat buruk juga. Ingat kan? Menanam rumput takkan tumbuh padi.