Pilih yang mana ya…!?

Kenapa pakai Sqlite? kenapa gak pake database “beneran” aja?

Ini kenyataan. Seorang programmer bertanya padaku tentang aplikasi yang saya buat. Pertanyaan yang membuat saya jengkel sekaligus geli mendengar. Bayangkan saja Sqlite dianggap bukan database beneran. Oi kemana aja lo… cari tahu dulu napa http://www.sqlite.org/famous.html

Kalau pertanyaan kenapa pilihan saya jatuh pada SQLite, mungkin saya bisa jelaskan. Aplikasi yang saya buat ini adalah aplikasi standalone. Database yang dipake pun gak perlu komunikasi dengan aplikasi lain over network. Jangankan via jaringan, orang yang make cuma aplikasi itu doang dan hanya ada di komputer satu itu aja. Ngapain nambah-nambah kerjaan dengan memasang database client-server. Terlalu over kill bagiku jika mesti install mysql. Meski Mysql yang ku-install di anggap sebagai standalone database server.

Prinsipnya, dalam memilih, sebisa mungkin menempatkan sesuatu pada tempatnya dan memilih sesauai dengan kebutuhan. Jika butuhnya hanya database yang bisa mengolah 5 sd 10 tabel dan gak perlu model client-server, ya pake aja yang standalone database. Kalo database engine-nya mau di pake oleh berbagai aplikasi, ya silahkan pakai yang model client-server. Kalo butuh yang handal dan support yang bagus, ya silahkan cari yang sesuai aja. Sesuai dengan kebutuhan. Jangan sampai butuhnya cuma web company profile, kita nyediain servernya pake sewa VPS.

Iklan