Mengenal Desktop Environment di GNU/Linux

Apasih KDE, GNOME, XFCE, dan kawan-kawannya itu?

KDE SEPertanyaan di atas seringkali ditanyakan oleh pemula yang baru mengenal GNU/Linux dan peduli tentang Linux. Hal serupa yang sering ditanyakan biasanya tentang nama-nama distro, kenapa ada banyak nama untuk Linux, atau pertanyaan “Apasih sebenarnya Fedora, Redhat, Slackware, dll itu?”.

Saya juga bingung saat pertama kali berkenalan dengan GNU/Linux. Tapi kebingungan ini perlahan semakin menghilang asal tidak bosan belajar dan mencari tahu. Sayangnya banyak orang yang tertarik mendengar nama besar Linux dan ingin mempelajarinya, berhenti karena masalah sepele seperti tidak biasa dengan struktur file, atau karena file mp3nya tidak bisa berkicau lagi.

Memang mempelajari Linux membutuhkan efort yang lebih banyak daripada belajar sistem informasi lain. minimal jika belajar Linux mesti belajar juga tentang keberagamanšŸ™‚. sebagai ilustrasi, ketika belajar di kampus, komputer di Laboratorium pake Ubuntu dengan GNOME sebagai Desktop Manager-nya. Kalo mau buka folder dan lihat-lihat isinya pake Nautilus. Kemudian, saat main ke kos temen, nyalain komputer temen, ternyata pake Fedora dengan Desktop Manager KDE. Saat mau lihat-lihat koleksi file mp3-nya, bingung cari-cari Nautilus, tapi kok gak ketemušŸ™‚.

Kembali ke “apa itu Gnome, KDE, Xface, dan kawan-kawan?”, ringkasnya, mereka itu disebut dengan Desktop Manager. Dalam bahasa indonesia yang enak didengar adalah bagian yang mengatur tampilan grafis di desktop. Desktop Manager ini berada dalam ruang lingkup desktop environment. Atau linkungan kerja berbasis dssktop/grafis. Artinya klo kita make komputer gak perlu ketik-ketik perintah lagi, tapi tinggal klik aja karena sudah ada Desktop Manager-nya, entah Desktop Manager itu KDE ataupun GNOME.

Untuk memahami lebih detail lagi dimana posisi Desktop Manager ini, kita mesti melihat ke arsitektur Linux itu sendiri. Untungnya Linux itu transparan. Setiap layer/lapisan yang menyusun sebuah sistem operasi bisa terlihat dengan jelas. Berbeda dengan sistem operasi yang mahal itu. User tahunya cuma apa yang tampak didepan mata, ada apa dibelakang ya gak ngerti.

Gambar berikut yang menjelaskan secara sederhana lapisan-lapisan yang menyusun Linux. Dimulai dari level kernel yang paling dekat dengan hardware, hingga Desktop Manager yang menjadikan hidup lebih indah dengan klik kanan klik kiri.

Desktop Environment

Setiap layer menjadi penghubung komunikasi antara layer yang ada diatasnya dengan layer dibawahnya, begitu pula sebaliknya. Layer kernel bertugas untuk berkomunikasi dengan hardware. termasuk pengaturan memory, processor, vga, dll. Diatasnya ada beberapa utility dan daemon atau service yang bisa di pake oleh user tapi dalam bentuk command line dan bebasis text. Terlihat pada gambar ada Xserver yang menjadi pondasi komunikasi antara desktop emvironment dengan kernel. Xserver ini tidak jauh berbeda dengan service-service lain seperti http server atau database server. Library Xlib menjadi alat komunikasi Xserver dengan library lain yang ada di level yang lebih tinggi.

Level berikutnya adalah Qt, GTK, dll. Nah library-library inilah yang digunakan untuk membangun Desktop Manager. Misalnya KDE dibangun diatas Qt, dan GNOME dibangun dengan library GTK. Baru diatas level inilah dibangun applikasi-aplikasi berbasis grafis, bisa diklik kanan dan kiri.

“Jika kita tidak ingin menginstal Desktop Manager, apa masih bisa bekerja?” tentu saja bisa, tapi tidak dengan klik kanan kiri. Sebagian orang memilih bekerja tanpa Desktop Manager karena lebih ringan, fleksibel, dan alasan-alasan lainnya. Tanpa applikasi grafis pun tetep bisa buat document, denger musik, chating, browsing, dll. asik kan…

Nah kalo ada orang atau organisasi yang membuat paket Linux, kemudian dalam paket tersebut ditambahkan berbagai aplikasi yang dibutuhkan, hasil pemaketannya ini disebut distro. dan tiap-tiap distro diberi nama seperti Fedora, Ubuntu, Linux Mint, dll.

Seru kan belajar Linux..?

One thought on “Mengenal Desktop Environment di GNU/Linux

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s