Negeri Auto Pilot

Spanduk bertuliskan “Negeri Auto Pilot” sempat terbentang dibeberapa titik strategis di ibu kota awal tahun ini (2012). Meski keberadaannya hilang dalam sekejab dan tampaknya kurang popular, tapi kalimat ini membuat saya tersenyum getir. Ada sedikit humor yang coba diselipkan dalam kalimat yang menggambarkan betapa negeri ini berjalan tanpa arah dan tujuan yang jelas. Negara berjalan dengan sendirinya, bahkan andai kata tidak ada pemimpin didalamnya. Pemimpinan hanya sekedar jabatan formalitas saja dan menyelesaikan kegiatan-kegiatan administratif. Keberadaannya tidak banyak memberi arti.

Kondisi yang seperti ini layaknya manusia yang hidup tanpa tujuan yang jelas. Ia hanya sekedar menjalani kehidupan sehari-hari tanpa tahu apa yang ingin ia capai hari ini, besok, bulan depan, atau lima tahun lagi. Apa lagi cita-cita setalah mati. Kehidupannya mengalir saja seiring dengan waktu yang telah dilalui. Hari-harinya hanya berisi makan, tidur, bekerja, dan bersenang-senang. Memikirkan pekerjaannya saja mungkin sudah sangat sibuk, apalagi memikirkan cita-cita dan bagaimana cara menggapainya.

Kondisi auto pilot ini juga bisa terjadi di setiap organisasi. Terutama organisasi-organisasi yang sudah “mapan” yang kepemimpinannya dipegang oleh generasi ketiga atau lebih. Tujuan organisasi memang tertuang dalam AD/ART. Tapi para pemimpinnya hanya menjalankan tugas-tugas manajerial saja. Program kerjanya hanya sekedar mencontek dari tahun-tahun sebelumnya tanpa ada improvisasi. Jikapun ada hanya beda bentuk saja. Esensinya tidak banyak berubah.

Iklan

Agar Internet Tidak Hanya Menjadi Media Hiburan Saja

Saat ini Televisi (TV) hampir ada disetiap rumah bahkan satu rumah bisa ada dua atau tiga buah. Dari sisi apa yang bisa dilakukan oleh pengguna TV, ia hanya punya sedikit pilihan, yakni menonton atau matikan. Mencari channel yang mendidik hampir2 tidak ada. jadi saya mengerti jika televisi memiliki madharat yang jauh lebih besar dari pada panfaat yang diberikan.

Layaknya televisi, internet adalah hanyalah salah satu alat/media yang saat ini juga sudah menyebar kemana-mana dan juga mudah mendapatkannya. Untuk memblokir layanan internet, bisa dibilang hampir tidak mungkin. Namun, berbeda dengan TV, internet memberikan banyak pilihan bagi penggunanya. Pengguna internet tidak hanya disuguhi, tetapi bisa ikut andil dalam memperkaya kontent di internet. Pengguna bisa menuliskan apa saja, mulai ringkasan hasil belajar, tutorial, sharing pengetahuan dll. Pengguna juga bisa memilih konten-konten yang berguna dari sekian banyak konten yang tersebar. Wikipedia yang merupakan ensiklopedia bebas hanyalah salah satu contoh kecil yang berguna dari internet.

Sayangnya tidak banyak yang menggunakan internet sebagai alat untuk menunjang produktifitas. Internet hanya digunakan sebagai media hiburan saja, tidak lebih. Penetrasi internet kesekolah-sekolah sudah meluas, tapi belum banyak berita tentang pemanfaatan internet sebagai media belajar. Anak-anak usia sekolah mestinya sudah mulai diajari bagaimana memanfaatkan internet, agar tidak hanya belajar dari teman seusianya, apalagi belajarnya bagaimana mencari “hiburan” diinternet. Mungkin belajarnya bisa dimulai dari menulis dan belajar nge-blog.