Quotes of The Day

Hari ini banyak membaca tentang kehidupan orang-orang, tapi seperti biasa belum tentu yang dibaca bisa diamalkan. Aku selalu berdo’a agar dimudahkan dalam mengamalkan ilmu yang telah aku dapatkan. Andaikata aku lupa terhadap apa yang aku baca atau belum bisa mengamalkan dengan baik, dengan menuliskannya, aku berharap orang lain bisa mengambil pelajaran dari apa yang aku baca dan aku tuliskan. Semoga…

Ada banyak hal aneh dari tingkah polah manusia. Misalnya saja merokok. Banyak orang tua (baca: ayah) yang tidak menghendaki anaknya merokok. Bahkan tidak jarang yang memarahi atau memberi hukuman bila mendapati anaknya sedang merokok. Tapi sayang sang bapak adalah seorang perokok.

Ada banyak orang tua yang marah bila anaknya dimarahi oleh orang lain. Bahkan tidak sedikit yang tidak terima bila guru yang mengajari anaknya di sekolah memberikan hukuman. Tapi sayang, orang tua yang tidak terima anaknya dimarahin orang lain, dengan mudahnya menghardik, mengancam, bahkan memukul anaknya sendiri tanpa rasa bersalah.

Tidak sedikit orang yang berdalih hukuman orang tua adalah salah bentuk cinta dan kasih sayang. Ah.., tapi sebagai anak, aku tidak pernah merasakan cinta terpancar dari orang tuaku saat ia sedang memarah.

Betapa banyak pelajaran dari perilaku manusia. Bila kamu sedang dimarahi seseorang, entah itu guru, teman, atau orang tua, Coba saja tanyakan padanya, “Apakah kamu sedang memarahiku?”. Bisa dipastikan 80% dari mereka akan menjawab “Tidak!”. Hemm.. Wahai orang yang marah tapi merasa marah, tidak berguna lagi nasihat nabi yang berbunyi:  “Jika kamu marah dalam keadaan berdiri, duduklah. Jika kamu masih marah, padahal sudah dalam keadaan duduk, berbaringlah. Jika kamu masih marah, padahal sudah dalam keadaan berbaring, segera bangkit dan ambil air wudhu untuk bersuci dan lakukan shalat sunah dua rakaat.”

Pelajaran yang lain? engkau akan mendapati banyak orang yang bila dinasehati ia akan berkata: “Aku sudah tahu itu dari dulu”, “aku sudah belajar agama sejak kecil, jadi tak perlu kau nasehati lagi”, atau kalimat-kalimat penolakan lainnya yang semisal dengan itu. Ia tidak menyadari, banyak sekali orang-orang yang sudah pandai tapi enggan mengamalkan ilmuanya. Entah itu lupa atau pura-pura lupa, auatu mungkin memang enggan saja, tidak ada alasan lainnya. Hem.. rupanya ia lupa bahwa saling menasehati dalam kebaikan dan kesabaranlah yang menjadi penyelamat kita dari golongan orang-orang yang merugi (Q.S. Al-Asr).

Coba saja tanyakan pada para koruptor itu tentang korupsi. Dan kau akan mendapatkan penjelasan yang panjang lebar bahkan tak cukup tinta untuk menuliskannya. Dan bila kau tanyakan pula kenapa ia korupsi, ribuan kalimatpun akan berhamburan darimulutnya yang kotor hanya untuk menyangkalnya.

Bisa kamu lihat pula sebagian manusia berharap orang mengerti isi hatinya padahal ia tak pernah mengungkapkan apa yang ada dihatinya. Sedangkan mata hanya bisa melihat apa yang tampak saja. masalah yang ghoib bukan bagian yang bisa diterima indra. Tapi mereka tidak mau mengerti.

Lebih dahsat lagi bila sikap yang ia tunjukan jauh berbeda dengan apa yang sebenarnya terjadi dalam hatinya. Mata melihat ia gugup, indera yang lain merasakan ia gemetar. Tapi sayang, kalimat yang meluncur dari mulutnya menyatakan ia tidak sedang demam panggung. Hemm…

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s